Hendak Menolong Korban Jambret, Mesakh Malah Dikeroyok

Kompas.com - 09/11/2012, 03:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Niat baik Mesakh (23) justru berbuah sial. Pria yang hendak menolong dua wanita korban penjambretan malah hampir menjadi bulan-bulanan warga. Kejadian penjambretan ini terjadi di RT 11 RW 02 Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2012) malam.

Kejadian bermula saat Mesakh melintasi daerah Pintu Timur Ragunan tersebut dengan sepeda motor. Saat berkendara, dia dimintai tolong oleh Fuji Astuti (17) dan Novel (17), warga Pasar Minggu. Fuji mengaku ponsel BlackBerry miliknya telah dijambret dua pemuda yang mengendarai sepeda motor. "Lalu dia buntuti penjambret yang mengendarai Honda Beat warna hitam sampai terkejar," ujar Samson, kakak Mesakh di lokasi kejadian.

Upayanya membuahkan hasil. Di Jalan Al Shakinah, lokasi kejadian, motor pelaku terkejar. Mesakh pun menabrak sepeda motor pelaku hingga keduanya terjatuh. Namun, kedua pelaku tidak hilang akal. Saat terjatuh, salah seorang pelaku mengeluarkan golok seraya mengancam Mesakh. Kedua pelaku kemudian meneriaki Mesakh sebagai maling. Teriakan itu langsung mengundang kehadiran warga sekitar.

"Mereka langsung mengeroyok saya karena diteriaki maling, sedangkan dua orang tadi langsung melarikan diri," kata Mesakh.

Mesakh kemudian diamankan ke salah satu rumah warga. Saat itu, ia telah mengalami luka di pelipis akibat ditusuk obeng salah satu warga yang mengeroyoknya. Beruntung beberapa saat kemudian Romy Wijaya (24), kakak kandung korban, tiba di lokasi kejadian. Dia langsung terkejut setelah melihat yang diamankan warga ternyata bukan para pelaku.

"Dia itu yang nolongin adik saya," terang Romy.

Romy menjelaskan, adiknya bersama Novel sebenarnya hendak berkunjung ke kosnya yang terletak di Gang Mansyur, Kebagusan. Saat tiba di Pintu Timur, keduanya dihampiri kedua pelaku yang mengaku ingin kenalan. Pelaku kemudian berpura-pura hendak meminta nomor HP korban.

"Adik saya keluarin BB-nya, kemudian disodorin ke korban untuk nunjukkin nomor HP-nya. Eh, BB-nya malah dilarikan pelaku," terang Romy.

Petugas kepolisian Sektor Pasar Minggu yang tiba di lokasi kejadian kemudian berupaya menenangkan massa yang berkerumun. Setelah situasi warga cukup terkendali, Mesakh kemudian dibawa ke Polsektro Pasar Minggu untuk dimintai keterangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau