Jokowi: Barang Bajakan Itu Urusan Polisi

Kompas.com - 09/11/2012, 10:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku enggan mengambil pusing soal rencananya merelokasi semua pedagang kaki lima (PKL) ke tempat yang lebih layak. Menurut Jokowi, dia hanya berkewajiban dan memiliki wewenang mencarikan tempat bagi para PKL untuk berdagang, baik itu di dalam mal, pasar, maupun tempat-tempat lainnya.

"Tugas dan wewenang saya hanya mencarikan tempat untuk PKL," kata Jokowi saat dijumpai di Balaikota Jakarta, Jumat (9/11/2012).

Pernyataan Jokowi itu terkait dengan rencananya menertibkan PKL ke tempat-tempat khusus. Di satu sisi rencana itu mendapatkan apresiasi baik karena dinilai dapat menciptakan suasana yang lebih tertib dan nyaman. Namun, di sisi lainnya, kebijakan itu berpotensi disalahartikan dengan memberikan cap legalitas pada peredaran barang-barang palsu. Sudah menjadi rahasia umum barang yang dijajakan oleh PKL merupakan barang yang diragukan keasliannya.

"Kami tak melegalkan peredaran barang bajakan, yang berhak menertibkannya itu polisi. Itu urusan polisi," ujarnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menyediakan 20 titik lokasi untuk menampung puluhan ribu PKL nonformal. Saat ini wacana tersebut telah masuk dalam pembahasan DPRD DKI Jakarta bersama Badan Anggaran DPRD DKI. Mengenai jumlahnya, saat ini ada sekitar 92.000 PKL di seluruh wilayah Jakarta. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 77.000 pedagang masuk dalam kategori PKL nonformal, yakni pedagang yang berada di luar pengelolaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sebagai langkah awal, 15.000 PKL akan direlokasi ke dalam pasar, mal, dan gedung-gedung perkantoran sampai akhir tahun ini.

Berita terkait dapat diikuti di topik:

100 HARI JOKOWI-BASUKI

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau