Mengatasi Alergi Seafood dan Kafein

Kompas.com - 09/11/2012, 14:15 WIB

T:
Selama ini saya tidak pernah bermasalah dengan kulit saya. Namun dua bulan terakhir saya mengalami rasa gatal yang kuat dan muncul benjolan-benjolan di kulit. Setelah saya periksa ke dokter ternyata saya mengalami alergi yang disebabkan teh, kopi, wortel, cumi, udang, bandeng, susu, debu, kedelai, dan lain-lain.  Apa yang bisa lakukan supaya saya tidak harus selalu minum obat alergi, dan makanan apa yang harus saya konsumsi mengingat beberapa penyebab alergi adalah makanan keseharian saya. Terima kasih. (Sari, 42)

J:
Terima kasih kembali Mbak Sari,
Alergi makanan terjadi jika ada protein dari makanan atau molekul besar lainnya yang masuk ke dalam jaringan tubuh. Molekul tersebut oleh tubuh akan dianggap sebagai benda asing, terutama bagi mereka yang mempunyai bakat alergi. Nah, keberadaan benda asing tersebut akan memicu tubuh memberikan reaksi sistem kekebalan dan mengeluarkan antibodi, histamin, dan lain sebagainya, dengan maksud untuk melokalisasi benda asing tersebut.

Biasanya makanan yang sering memberikan reaksi alergi adalah kacang, susu, telur, gandum, kacang kedelai, ikan, kerang, dan makanan laut lainnya. Lalu bagaimana cara mengatasi kondisi alergi makanan?

* Hindari bahan makanan yang menyebabkan alergi. Cara ini paling ampuh, namun gampang-gampang sulit dilakukan, karena sering kali makanan yang dikonsumsi memasukkan sedikit bahan yang menyebabkan alergi. Contoh: Sari yang alergi terhadap susu. Jika mengonsumsi kue risoles isi ragout, tetap saja reaksi alergi akan muncul, karena ragout juga diberi campuran susu dalam adonannya.
* Menggunakan obat anti alergi yang saat ini dikonsumsi oleh Sari.
* Dengan kemajuan teknologi, banyak zat pembuat alergi dalam makanan yang sudah bisa dikeluarkan sehingga makanan tersebut menjadi lebih aman dikonsumsi, seperti mengeluarkan kafein dalam kopi. Dengan demikian mereka yang alergi terhadap kafein kopi dapat mengonsumsi kopi jenis decaffeinated, atau mungkin moka.

Khusus untuk Sari, jika alergi terhadap:
* Teh: yang sering membuat alergi dari teh adalah tannin. Tannin banyak terdapat dalam black tea. Oleh karena itu bagi yang alergi terhadap teh, coba pilih teh oolong, teh hijau, atau teh putih.
* Kopi: yang sering menyebabkan alergi adalah kafein. Solusi dengan tidak mengonsumsi kopi atau mengganti dengan kopi decaffeinated atau moka.
* Seafood: merupakan sumber protein hewani dan kaya akan vitamin serta mineral. Alternatifnya dengan mencari sumber protein hewani lainnya yang tidak menyebabkan alergi seperti telur, daging sapi, daging ayam, dan lain-lain.
* Wortel: merupakan jenis sayuran yang kaya akan beta karoten (sejenis karotenoid). Alergi terhadap wortel sering terjadi jika wortel tidak dimasak atau hanya dimasak sebentar. Alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan memasak wortel lebih lama sehingga protein yang menyebabkan alergi akan rusak saat proses pemanasan. Dapat juga mengganti wortel dengan sumber karotenoid lainnya seperti pepaya, tomat, dan lain sebagainya.
* Kedelai: merupakan sumber protein nabati, alternatif penggantinya adalah kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, oncom, dan lain-lain.
* Susu: kaya akan kalsium dan mineral lainnya. Alternatifnya dengan mengonsumsi minuman atau makanan lain yang kaya akan kalsium atau yang sudah difortifikasi dengan kalsium dan mineral lainnya, seperti aneka jus yang sudah difortifikasi dengan kalsium, dan lain-lain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau