BEIJING, KOMPAS.com - Kunjungan bersejarah ke Myanmar bulan ini, tidak akan mengganggu kepentingan China di negeri itu. Demikian disampaikan Ketua Partai Komunis Provinsi Yunnan, Qin Guanrong, Jumat (8/11/2012).
Wilayah Provinsi Yunnan berbatasan langsung dengan Myanmar. Selain itu, provinsi ini memiliki hubungan dagang yang cukup penting dengan Myanmar. Sehingga, Guanrong bahkan mendukung terbukanya Myanmar sehingga akan lebih menguntungkan China.
"Kami mendukung keinginan Myanmar untuk membuka diri dan menjadi bagian dunia," kata Guanrong kepada wartawan di sela-sela Kongres Partai Komunis China di Beijing.
"Kami yakin para pemimpin Myanmar akan cukup bijaksana memimpin upaya keterbukaan negeri mereka. Mereka memahami rakyat China akan selalu menjadi sahabat sejati Myanmar," lanjut Guanrong.
Sudah sejak lama China mengkhawatirkan stabilitas tetangga selatannya yang lebih miskin itu. China mengkhawatirkan banyaknya pemberontak Myanmar yang lari ke wilayahnya dan penyelundupan obat-obatan terlarang yang terus mengalir ke wilayah selatan negeri itu.
Myanmar yang stabil akan membuat China lebih mudah mengucurkan investasi besar di saat negara-negara Barat enggan berinvestasi di Myanmar. Namun, dengan keterbukaan China tak bisa menghindari munculnya persaingan, apalagi Amerika Serikat dan Uni Eropa sudah mulai mengurangi sanksi bagi Myanmar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang