Kubu Diego Pikir-pikir Lagi Adukan Balik Mef

Kompas.com - 11/11/2012, 16:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana kubu Diego Michiels (22) melaporkan balik Mef Paripurna (21) masih dipertimbangkan. Saat ini tim kuasa hukum masih berupaya mendapatkan penangguhan penahanan untuk anggota Timnas Indonesia itu.

"Mungkin upaya pelaporan balik akan dilakukan, namun kita lihat saja dulu. Untuk sekarang kami concern ke Diego," kata Yosafat, Minggu (11/11/2012).

Hal ini, menurut Yosafat, tak lepas dari upaya mereka agar penangguhan penahanan terhadap pemain Arema IPL ini bisa dikabulkan pihak penyidik. Penangguhan penahanan ini diajukan agar Diego bisa berlaga di Piala AFF.

Penganiayaan terhadap Mef yang melibatkan Diego dan empat orang temannya yakni ST (23), MPL (29), BP (27) dan MLW (30) terjadi pada Kamis (8/11/12) pukul 03.00 di area parkir B2 Bar Domain Senayan City. Perkelahian itu diawali dengan senggolan antara Diego dan pria yang tak dikenalnya. Diego kemudian memukul pria tersebut.

Melihat situasi yang tidak kondusif, Mef Paripurna yang tak saling kenal dengan pria yang bersenggolan dengan Diego memutuskan keluar dari bar tersebut. Namun di luar klab, Diego dan teman-temannya justru mengejar Mef dan menganiayanya.

Namun salah satu kuasa hukum Diego, Mari Kusbianto, menyatakan tidak ada pengeroyokan, melainkan murni perkelahian. Dia menyebut Diego juga adalah korban. Teman-temannya membela karena melihat kekasih Nikita Willy itu dipukuli orang.

Menurut Mari, berdasarkan rekaman CCTV, saat dipukuli Mef menutup wajahnya. Sehingga, dia yakin Mef salah menuduh. Itu juga yang akan dijadikan kubu Diego melaporkan balik Mef, yang mengalami luka di mata, kepala, dan bagian lain di tubuhnya.

Untuk sementara, dari bukti-bukti dan hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi IM, BS, AG, SC, RW, para tersangka telah dijerat Pasal 170 KUHP mengenai Pengeroyokan juncto Pasal 351 mengenai Penganiayaan dengan ancaman 9 tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau