Dua Teroris Kabur ke Sawah Bawa Bungkusan Putih

Kompas.com - 11/11/2012, 21:37 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Aparat kepolisian Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror dibantu Brigade Mobil (Brimob) Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar mengejar dua terduga teroris yang membawa bungkusan putih.

Kedua terduga teroris ini kabur ke area persawahan Desa Pammanjengan, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros yang berbatasan dengan Makassar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Endi Sutendi mengatakan, aparat kepolisian sementara mengepung dua terduga teroris di wilayah tersebut.

Kedua terduga teroris itu diduga mempunyai hubungan dengan pelaku pelemparan bom pipa terhadap Gubernur Syahrul Yasin Limpo di depan Monumen Mandala, Minggu (11/11/2012) pagi.

"Dua orang yang teroris itu diduga mempunyai hubungan dengan Awaluddin," kata mantan Wakil Kepala Polrestabes Makassar ini.

Ia mengatakan, mereka kabur ke daerah itu dengan mengendarai motor matic hitam Yamaha Mio saat dikejar oleh polisi. Polisi sempat melepaskan tembakan, namun kedua terduga teroris kabur ke area persawahan.

Satu orang mengenakan baju putih, jaket coklat jenis levis, celana warna abu-abu, sementara satu orang lainnya bercelana jeans putih. Yang membonceng pakai helm hitam dan yang dibonceng pakai topi.

"Keduanya terlihat membawa kantong plastik yang belum diketahui isinya," ujar Endi. Saat kejar-kejaran terjadi, lanjut Endi, senjata pelaku sempat jatuh, tapi diambil kembali

Sempat terjadi baku tembak antara polisi dan teroris. Ia menambahkan, setelah bisa mengambil senjatanya, terduga teroris menembak polisi yang mengejarnya, namun tidak ada yang terkena.

"Hingga kini, polisi masih melakukan pengejaran dan pengepungan di Desa Pammanjengan, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros," tambahnya.

Sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo lolos dari lemparan bom pipa berdaya ledak tinggi (high explosive) oleh tiga pelaku yang di antaranya bernama Awaluddin (25).

Pelemparan ini terjadi, saat Syahrul sedang bernyanyi di panggung dalam rangka gerak jalan santai HUT Partai Golkar di depan Monumen Mandala, Jl Jendral Sudirman yang dihadiri 160.000 peserta, Minggu (11/11/2012) pagi. Pelaku diduga bagian dari jaringan teroris Poso yang sengaja memanfaatkan situai politik yang memanas jelang pilkada.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau