MAKASSAR, KOMPAS.com - Aparat kepolisian Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror dibantu Brigade Mobil (Brimob) Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar mengejar dua terduga teroris yang membawa bungkusan putih.
Kedua terduga teroris ini kabur ke area persawahan Desa Pammanjengan, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros yang berbatasan dengan Makassar.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Endi Sutendi mengatakan, aparat kepolisian sementara mengepung dua terduga teroris di wilayah tersebut.
Kedua terduga teroris itu diduga mempunyai hubungan dengan pelaku pelemparan bom pipa terhadap Gubernur Syahrul Yasin Limpo di depan Monumen Mandala, Minggu (11/11/2012) pagi.
"Dua orang yang teroris itu diduga mempunyai hubungan dengan Awaluddin," kata mantan Wakil Kepala Polrestabes Makassar ini.
Ia mengatakan, mereka kabur ke daerah itu dengan mengendarai motor matic hitam Yamaha Mio saat dikejar oleh polisi. Polisi sempat melepaskan tembakan, namun kedua terduga teroris kabur ke area persawahan.
Satu orang mengenakan baju putih, jaket coklat jenis levis, celana warna abu-abu, sementara satu orang lainnya bercelana jeans putih. Yang membonceng pakai helm hitam dan yang dibonceng pakai topi.
"Keduanya terlihat membawa kantong plastik yang belum diketahui isinya," ujar Endi. Saat kejar-kejaran terjadi, lanjut Endi, senjata pelaku sempat jatuh, tapi diambil kembali
Sempat terjadi baku tembak antara polisi dan teroris. Ia menambahkan, setelah bisa mengambil senjatanya, terduga teroris menembak polisi yang mengejarnya, namun tidak ada yang terkena.
"Hingga kini, polisi masih melakukan pengejaran dan pengepungan di Desa Pammanjengan, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros," tambahnya.
Sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo lolos dari lemparan bom pipa berdaya ledak tinggi (high explosive) oleh tiga pelaku yang di antaranya bernama Awaluddin (25).
Pelemparan ini terjadi, saat Syahrul sedang bernyanyi di panggung dalam rangka gerak jalan santai HUT Partai Golkar di depan Monumen Mandala, Jl Jendral Sudirman yang dihadiri 160.000 peserta, Minggu (11/11/2012) pagi. Pelaku diduga bagian dari jaringan teroris Poso yang sengaja memanfaatkan situai politik yang memanas jelang pilkada.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang