KOMPAS.com - Kebutuhan Singapura akan pekerja asing untuk sektor perawatan kesehatan, konstruksi, dan pembantu rumah tangga masih terbilang tinggi. Pemerintah Singapura mengatakan hal itu pada Senin (12/11/2012), sebagaimana warta Xinhua.
Catatan pemerintah menunjukkan kebutuhan pekerja di sektor perawatan kesehatan mencapai 50.000 orang pada 2011. Angka ini melejit hingga 91.000 orang pada 2030. Data mengenai ini berasal dari Divisi Bakat dan Populasi Nasional.
Sementara, kebutuhan akan pembantu rumah tangga pada 2030 berada di angka 300.000 orang. Setahun silam, angkanya baru mencapai 198.000 tenaga kerja.
Tiga tahun ke depan, selanjutnya, sektor konstruksi menyedot sekitar 280.000 tenaga kerja. Pada 2011, tenaga kerja asing untuk sektor ini ada 250.000 orang.
Kemudian, Departemen Kesehatan Singapura berencana akan menambah 105 pusat perawatan orang lanjut usia selama empat tahun ke depan. "Kami sudah meminta penyedia tenaga kerja sektor perawatan orang lanjut usia untuk meningkatkan pelayanan dan produktivitas dengan berbagai inisiatif," kata Menteri Negara Pembangunan Sosial dan Keluarga Halimah Yacob mengisyaratkan kebutuhan tersebut.
Dua tahun lalu, pemerintah Singapura memperketat kebijakan untuk masuknya tenaga kerja asing di Negara Pulau itu. Tapi, lantaran kebijakan itu pula, sektor-sekor industri mengeluh kekurangan tenaga kerja.