Skandal direktur cia

Perasaan Istri Petraeus Hancur

Kompas.com - 12/11/2012, 23:58 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Jenderal purnawirawan David Petraeus (60)  menghancurkan perasaan istri dan juga dua anaknya.

Perselingkuhannya dengan Paula (40) Broadwell dan Jill Kelley (37) telah merusak citra keluarga Petraeus yang selama ini terkesan harmonis.

Holly, istri Petraeus diberitakan terpuruk, sebagaimana dikatakan oleh Steve Boyland, seorang sahabat dan mantan jubir Petraeus, Senin (12/11), Washington. Skandal ini telah menghancurkan perasaan keluarga, terutama Holly.

Istri Petraeus selama ini sangat aktif membela keluarga militer yang juga didera krisis ekonomi. Dia selalu berusaha menjaga citra keluarga yang sebenarnya harmonis, sebagaimana diberitakan di Daily Beast, situs berita harian milik majalah Newsweek.

Petraeus sebenarnya sudah menghentikan hubungan asmara dengan Broadwell, mantan tentara perempuan AS dan penulis biografi Petraeus. Perselingkungan Petraeus, berdarah Belanda, dimulai setelah dia memimpin CIA pada tahun 2011.

Petraeus juga sudah menyadari betapa skandal ini telah menghancurkan keluarganya. Dia memiliki dua anak dewasa, salah satunya adalah pemimpin peleton infantri di Afganistan dan berpangkat Letnan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau