Hanya 5 Langkah Sederhana untuk Merancang Taman

Kompas.com - 13/11/2012, 11:41 WIB

KOMPAS.com - Terlalu banyak keinginan tanpa persiapan yang baik bisa membuat Anda ragu membuat keputusan dalam merancang taman. Padahal, ada empat langkah mendasar yang sebetulnya Anda butuhkan untuk mengerjakan taman impian Anda di rumah.

1. Tak kenal maka tak sayang

Pepatah ini juga berlaku untuk Anda sebagai persiapan awal membuat taman. Sebagai alasan utama membuat taman, Anda memang harus lebih dulu menyenangi kehadiran lahan hijau di rumah Anda ini. Karena dengan begitulah, impian Anda memiliki taman benar-benar akan terwujud.

2. Konsep taman dan anggaran

Tak sulit untuk Anda membangkitkan kesenangan terhadap taman. Saat ini, berbagai referensi gardening semakin kaya dan mudah ditemukan, baik di majalah, pameran-pameran, maupun internet.

Setelah itu, barulah kemudian Anda memilih konsep taman yang Anda impikan sesuai tren atau rencana lama Anda, baik itu taman minimalis, taman tropis, atau taman kering yang mungil di sudut halaman. Jangan lupa, konsep pilihan Anda harus disesuaikan dengan isi kantong Anda.

3. Jenis tanaman

Konsep taman sudah didapat, kini giliran Anda memilih jenis tanaman yang akan mengisi taman Anda. Ada tiga kategori tanaman perlu diperhatikan sebelum memilihnya, terutama jika dikaitkan dengan perawatan dan kebutuhan air.

Jenis pertama adalah tanaman yang tahan dengan paparan sinar matahari, seperti jenis pisang-pisangan dan rumput. Sementara kategori kedua adalah tanaman yang membutuhkan 20 % - 30 % sinar matahari, yaitu aneka tanaman bunga.

Adapun kategori ketiga adalah indoor plant atau tanaman dalam ruang. Tanaman jenis ini hanya membutuhkan sedikit sinar matahari, karena bila terlalu banyak justeru akan menghambat pertumbuhan tanaman itu sendiri, yaitu daunnya mengecil dan warnanya yang berubah, seperti Dracena, Sansievera, dan Krisan.

4. Persiapan lahan

Kini, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan lahan. Tahapan ini sangat penting untuk diperhatikan dengan seksama. Tanpa persiapan yang benar dan matang, tanaman Anda tidak akan awet dan bentuk taman impian Anda tidak akan sesuai harapan.

Langkah pertamanya, Anda perlu menggemburkan tanah dengan alat sederhana dan manual seperti cangkul. Dengan begitu, pori-pori tanah akan muncul dan sangat berguna melancarkan jalannya akar tanaman untuk mencari makanan di dalam tanah.

Setelah gembur, Anda perlu untuk memberikan nutrisi tanah dengan taburan pupuk kandang. Kemudian, barulah Anda menanami taman dengan tanaman pilihan Anda. Hanya, pada saat menanam, Anda disarankan untuk tidak mengeluarkan tanaman dari plastik kemasan akarnya. Jika plastik sebagai media tanaman ini pecah, niscaya tanaman bisa layu.

5. Antisipasi serangga

Jangan sepelekan hal ini. Pasalnya, rayap bukan hanya merusak furnitur kayu di dalam rumah, melainkan juga merusak tanah dan menyerang tanaman. Ada baiknya, beri pestisida organik di tanah sekitar tanaman. Dengan pestisida, rayap atau serangga seperti semut dan kaki seribu tidak suka dengan bau pestisida.

Rasanya, semua langkah sudah bisa Anda ikuti. Namun demikian, Anda tidak bisa mendapatkan hasil kerja Anda dengan cepat. Idealnya, taman yang paling bagus sekali pun baru akan terlihat hasilnya setelah tiga bulan penanaman. Hal tersebut karena tanaman perlu waktu untuk "beradaptasi" dengan lingkungan rumah Anda.

Selamat bertaman!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau