DPRD Anggap Raperda Transportasi DKI Dangkal

Kompas.com - 13/11/2012, 15:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Transportasi usungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai belum menyentuh hal-hal yang sifatnya subtansi. Buntutnya, pembahasan Raperda ini menjadi alot dan waktu pengesahannya terancam molor.

Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Triwisaksana menjelaskan bahwa posisi Raperda tentang Transportasi saat ini tengah dalam proses dengar pendapat yang melibatkan semua pihak. Baik itu badan legislatif, masyarakat, maupun perguruan tinggi yang mewakili akademisi.

"Semua kita libatkan dalam dengar pendapat karena banyak hal yang tak subtansial," kata Triwisaksana saat ditemui di gedung DPRD DKI, Selasa (13/11/2012) siang.

Ia menegaskan, sebagai aturan induk sistem transportasi, Raperda ini diharapkan dapat menjadi momentum perbaikan transportasi publik di Jakarta. Tapi semuanya menjadi urung dengan menyusulnya draf rancangan Perda tersebut masih belum menyentuh hal-hal yang sifatnya substansional.

Dalam draf tersebut, kata dia, belum dicantumkan sistem pemberian angkutan kota (bus) baru. Selain itu juga tidak ada penjelasan mengenai integrasi antara bus rapid transit dengan bus reguler, dan belum ditonjolkannya skema penataan ulang bus ukuran sedang, trayek, skema peremajaan, serta kelembagaannya.

"Sayangnya, muatan Raperda ini hanya menjangkau hal yang belum subtansial. Mungkin molor dari rencana pengesahan awal di Desember 2012 menjadi Maret 2013," ujar politisi PKS itu.

Alotnya pembahasan Raperda ini akan memengaruhi program Pemprov DKI terkait mengatasi permasalahan transportasi Ibu Kota.

"Efeknya adalah bakal mandeknya pengadaan 1.000 unit bus, dan pengadaan 450 unit bus transjakarta baru," tandasnya.

Berita terkait dapat diikuti di topik: 100 HARI JOKOWI-BASUKI.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau