Tumben, Jokowi Masuk Balaikota Lewat Belakang

Kompas.com - 13/11/2012, 17:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memasuki kompleks balaikota melalui pintu DPRD DKI. Disinyalir Jokowi sengaja menghindari para buruh yang tengah berunjuk rasa melalui pintu yang lokasinya berada persis di belakang balaikota.

Meski begitu, Jokowi membantah sengaja menghindari para buruh. Dia mengaku tidak menyadari jika sopirnya masuk melalui pintu belakang.

Padahal, Jalan Kebon Sirih cukup sempit dibandingkan dengan Jalan Medan Merdeka Selatan. Namun, mobil dinas Jokowi Toyota Land Cruiser B 1120 SMZ melewati jalan yang macet.

"Saya enggak menghindar. Lha wong saya ketiduran, tahu-tahu sudah ada di parkiran," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Selasa (13/11/2012).

Sebelumnya, ratusan buruh dari berbagai organisasi yang terhimpun dalam Forum Buruh DKI menggelar unjuk rasa di depan Balaikota Jakarta sejak siang. Mereka menuntut Jokowi segera menetapkan upah minimum provinsi (UMP) sesuai dengan usulan yang ditentukan para buruh, yakni Rp 2.799.067.

Upah minimum yang diusulkan para buruh merujuk pada 141,5 persen angka kebutuhan hidup layak (KHL) yang ditetapkan sebesar Rp 1.987.789. Sampai Jokowi tiba di balaikota, para buruh yang berunjuk rasa masih bertahan meski hujan cukup deras mengguyur sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan. Mereka bertekad terus menunggu sampai Jokowi menemui dan memenuhi tuntutan mereka.

Berita terkait dapat diikuti di topik:

DEMO BURUH

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau