Jokowi Belum Mau Temui Buruh

Kompas.com - 13/11/2012, 17:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Buruh yang berdemo di depan Balaikota Jakarta rela berhujan-hujanan menunggu Joko Widodo. Namun, Gubernur DKI Jakarta itu belum mau menemui mereka.

"Saya ini bisa saja menemui buruh, puluhan ribu juga akan saya temui. Tapi, harus jelas siapa yang saya temui dan apa goal-nya," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Selasa (13/11/2012).

Jokowi menjelaskan, pembahasan upah minimum bukan menjadi wewenangnya. Dia baru akan memutuskan setelah buruh dan pengusaha menemui kesepakatan jelas mengenai upah minimum provinsi (UMP).

"Soal upah itu kan urusannya Dewan Pengupahan. Saya hanya menggodok hasil kesepakatan mereka," ujarnya.

Sementara itu, ratusan buruh yang tergabung dalam Forum Buruh DKI tetap bertahan di depan Balaikota Jakarta. Hujan deras yang mengguyur sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan tak menyurutkan tekad mereka menolak upah murah dan menuntut UMP dinaikkan.

Mereka juga mengancam akan terus bertahan sampai Jokowi menemui dan memenuhi tuntutan mereka. Kalaupun tidak juga diputuskan hari ini, para buruh se-Jakarta mengancam akan melakukan mogok kerja pada 20 November mendatang.

Penetapan nilai UMP DKI 2013 berjalan alot. Para buruh menuntut Rp 2.799.067 sebagai angka UMP, sedangkan Dewan Pengupahan hanya mampu memberikan Rp 2.060.000.

Berita terkait dapat diikuti di topik:

DEMO BURUH

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau