Robot Rancangan Mahasiswa Bisa Joged Gangnam Style

Kompas.com - 13/11/2012, 22:36 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Tiga orang mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), yakni Azhar Aulia Saputra, Al-Farouq dan Amirul Huda, merancang robot EROS dengan program menari Gangnam Style.

"Rencananya, robot EROS (EEPIS Robot Soccer) akan kami bawa ke Korea untuk meramaikan Education Engineering Festivals di Seoul pada 20 -27 November 2012," kata salah seorang pemprogram EROS, Azhar, di Surabaya, Selasa (13/11/2012).

Menurut dia, EROS sebenarnya merupakan robot yang pernah mengikuti lomba Robosoccer dan pernah mewakili Indonesia di ajang Robocup di Mexico, meski belum beruntung.

"Tahun ini, EROS kembali lagi menjadi juara Robosoccer Nasional dan akan mewakili Indonesia mengikuti Robocup 2013 di Eindhoven Amsterdam," katanya.

Terkait gaya menari Gangnam Style, ia menjelaskan EROS sudah diprogram untuk bergerak mengikuti lagu Gangnam Style, yang dinyanyikan oleh Park Jae Sang (atau yang lebih dikenal dengan PSY), seorang rapper asal Korea Selatan.

"Robot sepak bola itu diprogram untuk menari Gangnam Style dengan ditanamkan sensor suara. Setidaknya dibutuhkan waktu seminggu untuk mempelajari gerakan Gangnam dan 2-3 minggu melakukan sinkronisasi gerakan," katanya.

Ditanya kesulitannya, ia menjawab cukup sulit. "Kesulitan yang muncul adalah ketika bagaimana robot bisa bergerak dan menari Gangnam, yang identik dengan horse dance, yang dimainkan secara sangat atraktif oleh PSY. "Gerakan ini sangat sulit ditirukan oleh robot," katanya, didampingi pembimbingnya, Akhmad Subhan Kh. ST MT.

Menurut Subhan, tantangan terbesarnya adalah membuat robot melompat-lompat. Berbeda dengan manusia, kaki robot bisa jadi patah dan rusak jika salah memprogram.

"Berat robot 3 kilogram dan harus ditopang dengan kaki yang kuat dan stabil. Kestabilan inilah yang paling penting, dimana robot dapat mempertahankan posturnya, sementara semua gerakan dapat dilakukan sesuai irama," katanya.

Meski sekilas robot telah menari dengan baik, namun gerakan robot ini belum dapat dikatakan sempurna.

"Jika dipaksakan gerakan dibuat seperti aslinya, robot bisa bermasalah. Kami masih memperbaiki dan mengembangkan beberapa gerakannya melalui riset sebelum minggu depan kami harus berangkat ke Korea," katanya.

Ia menambahkan partisipasi PENS dalam "Education Engineering Festival" di Korea itu merupakan kali pertama, karena itu kepopuleran Gangnam Style memberi ide bagi tim untuk mengangkatnya menjadi tema pameran, sekaligus tema Robot Edukasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau