Minum Alkohol Saat Hamil Kurangi IQ Bayi

Kompas.com - 15/11/2012, 14:58 WIB

Kompas.com - Alkohol termasuk dalam minuman yang harus dijauhi ibu hamil yang berharap memiliki anak cerdas. Penelitian menunjukkan, konsumsi alkohol bahkan dalam jumlah kecil bisa menurunkan tingkat kecerdasan (IQ) bayi beberapa poin.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal PLoS ONE itu juga menyebutkan wanita yang tubuhnya memproses alkohol secara lambat paling beresiko mengalami dampak buruk alkohol. Sebagian wanita secara genetik memang lebih rentan pada efek buruk alkohol pada janinnya.

"Konsumsi alkohol dalam jumlah moderat selama kehamilan bisa memengaruhi IQ anak saat mereka berusia 8 tahun," kata wakil ketua peneliti Ron Gray, ahli epidemiolog dari Universitas Oxford.

Dampak konsumsi alkohol dalam jumlah sedikit memang sudah sering diteliti. Beberapa studi menyebutkan efeknya pada gangguan konsentrasi dan sebagaian lain menyebut konsumsi alkohol tidak akan berpengaruh pada kecerdasan asalkan diminum dalam jumlah sedikit.

"Dampak dari minum alkohol juga terkait dengan gaya hidup, faktor sosial, level pendidikan ibu, faktor ekonomi, dan banyak lagi. Misalnya saja, wanita yang lebih berpendidikan biasanya minum alkohol lebih jarang saat hamil," kata Gray.

Gray dan timnya berusaha meneliti efek alkohol pada kehamilan hanya dengan melihat pengaruh gen yang mengontrol dipecahnya alkohol dalam tubuh. Mereka yang tubuhnya memecah alkohol lebih lambat sehingga alkohol lebih lama berada di peredaran darah paling beresiko memiliki bayi dengan penurunan tingkat IQ.

Gray menguji gen yang melakukan metabolisme dengan lambat itu pada sekitar 1000 wanita. Sebagian tidak minum alkohol saat hamil dan sisanya hanya minum sekitar tiga gelas kecil wine dalam seminggu. Delapan tahun kemudian tingkat kecerdasan anak para wanita itu dites.

Menurut teori, sebagian ibu hamil bisa tetap minum alkohol seperti wine tanpa menyebabkan dampak buruk pada bayinya. Tapi menurut Gray, ibu hamil sebaiknya menghindari alkohol. "Kita tidak tahu dengan pasti masuk dalam golongan mana, jadi sebaiknya hindari saja," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau