Anak Indonesia Kekurangan Asupan Makan

Kompas.com - 16/11/2012, 08:57 WIB

KOMPAS.com - Pola makan yang sehat dan seimbang merupakan kunci terpenuhinya kecukupan gizi anak. Sayangnya, asupan makanan yang diterima anak-anak di Indonesia masih kurang dibandingkan dengan angka kecukupan gizi yang ada.

Menurut hasil studi gizi SEANUTS tahun 2011 yang melibatkan 7.200 anak usia 6 bulan sampai 12 tahun, sekitar 20 persen anak mendapatkan asupan nutrisi yang kurang. Bahkan, konsumsi protein anak kurang 80 persen dari angka kecukupan gizi. Kekurangan protein tersebut terutama pada anak perempuan usia kurang dari lima tahun.

Dr.Sandjaja, ketua pelaksana SEANUTS menjelaskan, kurangnya konsumsi makanan bergizi dan penyakit infeksi pada anak berkontribusi pada terjadinya balita pendek dan anak sekolah pendek (stunting). Selain itu tidak terpenuhinya asupan pada anak menyebabkan anak-anak kekurangan energi.

"Di negara lain, angka stunting hanya belasan persen, sedangkan kita mencapai 34 persen," kata Sandjaja yang juga peneliti di Litbang Kementrian Kesehatan ini dalam acara pemarapan hasil SEANUTS di Jakarta, Rabu (14/11/12).

Meski demikian, secara umum terjadi perbaikan dalam status gizi mikro anak. Dari hasil studi terungkap prevalensi kekurangan vitamin A sudah jauh menurun dibandingkan dengan hasil Riskesdas tahun 2010. Demikian juga dengan kadar vitamin D, yodium, dan anemia.

Studi SEANUTS yang didanai oleh FrislandCampina dan dilaukan oleh Persatuan Ahli Gizi ini dilakukan mulai Januari sampai Desember 2011 di 48 kabupaten/kota dari 25 provinsi. Penelitian dilakukan dengan meneliti pola makan anak, jenis makanan yang dikonsumsi, kandungan gizi makro dan mikronya, serta dampaknya terhadap pertumbuhan fisik dan kognitif anak.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau