Pemkot Depok Lamban Atasi Tanggul Jebol

Kompas.com - 16/11/2012, 15:21 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Depok dinilai lamban mengatasi tanggul jebol Kali Laya. Sebab, hingga empat hari berlalu sejak tanggul jebol pada Senin (12/11/2012) tengah malam, belum ada perubahan signifikan.

"Pemkot lamban karena menganggap ini bukan bencana alam. Biaya sepenuhnya ditanggung swadaya masyarakat dan pihak kontraktor. Pemkot hanya menurunkan Satgas Banjir Bimasda dan alat berat," kata Arifin, pengurus LPM yang juga Ketua RW 16 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, kepada Kompas.com, Jumat (16/11/2012).

Melihat dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan, ia meminta Pemkot segera menaikkan status Kali Laya menjadi bencana alam sehingga dapat dibuat unit khusus yang akan menangani kejadian ini.

"Jadi, tidak lagi lewat jalur birokrasi. Bencana seperti ini harus cepat tanggap, jangan cuma datang ke lokasi tanpa ada aksi," kata Arifin.

Arifin menyindir kedatangan beberapa pejabat teras Kota Depok ke lokasi bencana yang dianggap hanya ingin mencari simpati warga. Sementara langkah nyata seperti perbaikan tanggul tidak kunjung ada kejelasan. Arifin dan warga Perumahan Bukit Cengkeh II menyebut penanganan tanggul setengah hati.

"Mereka mulai kerja jam delapan pagi. Jam lima sore petugas pulang dan tidak ada aktivitas sama sekali. Kejadian seperti ini dianggap seperti kerja kantoran saja," kata Arifin.

Senada dengan Arifin, Sekjen LPM Tuyono juga mendesak Pemkot Depok menaikkan status tanggul jebol Kali Laya sebagai bencana alam. Jika ditetapkan sebagai bencana alam, dia yakin penyelesaian pascapenutupan tanggul akan menyeluruh.

"Termasuk pemberian kompensasi bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Kalau tidak, setelah tanggul ditutup, kami tidak tahu bagaimana nasib jalan dan jembatan yang rusak karena itu harus diajukan pada APBD 2013 karena pembahasan APBD 2012 sudah selesai," ujarnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau