Tahanan Lapas Kerobokan Tewas Misterius

Kompas.com - 17/11/2012, 12:22 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Made Mas Andi Widiadnyana (31), tahanan titipan Polsek Kuta Utara yang baru empat hari menghuni Lapas Kerobokan, Sabtu (17/11/2012) dini hari tadi dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar.  Setelah mendapat perawatan sekitar dua jam, pukul 03.00 WITA, Made Mas Andi menghembuskan nafas terakhirnya.

"Kami masih mengumpulkan keterangan dari Lapas maupun RS terkait kematian korban. Dari hasil visum luar sementara untuk penyebab luka-luka atau ciri-ciri aniaya tidak ada," ujar Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Wayan Arta Ariawan saat memberi keterangan kepada wartawan di kamar jenazah RSUP Sanglah Denpasar, Sabtu siang.

Terdapat sejumlah luka gores tak lebih dari satu senti meter di beberapa bagian tubuh korban. "Luka di dahi sekitar 1 senti meter, bibir kiri 0,5 senti meter, tangan kecil-kecil, bisa jadi terjatuh," jelas Ariawan.

Penyebab kematian korban masih misterius dan polisi menunggu hasil pemeriksaan dari tim forensik RSUP Sanglah Denpasar. Terkait dugaan korban tewas overdosis, polisi masih belum bisa memberi keterangan lebih jauh karena harus menunggu hasil pemeriksaan tim dokter.

Made Mas Andi yang berasal dari Singaraja merupakan tahanan kasus narkoba dan baru saja dititipkan ke Lapas Kerobokan 13 November lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau