Penusukan

Darah Pengunjung Kafe Berceceran di Parkiran

Kompas.com - 18/11/2012, 14:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ceceran darah masih terlihat di lokasi parkir Kafe 999 Kemang, Jakarta Selatan. Darah tersebut diduga berasal dari tubuh Ahmad Zaedani Noor (38), pengusaha asal Aceh yang tewas ditusuk di kafe tersebut, Minggu (18/11/2012) dini hari tadi. Darah korban berceceran dari arah parkiran hingga mengarah ke jalanan umum, Jalan Kemang Raya. Namun, lokasi kejadian sudah ditutup untuk umum selama waktu yang belum ditentukan. Sepanjang lokasi tersebut pun telah diberi garis polisi.

"Yang utama, kami sudah ambil sampel darah dari lokasi itu untuk diuji di Labfor (Laboratorium Forensik)," jelas Kanit Reskrim Polsek Metro Mampang Ajun Komisaris Sujarwo, Jakarta Selatan, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (18/11/2012).

Ia menjelaskan, saat ini jasad korban telah dipindahkan ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakpus, untuk diotopsi. Sebelumnya, korban dibawa ke RS Jakarta Medical Center (JMC), Buncit, setelah mengalami penusukan.

"Korban diduga meninggal di rumah sakit karena masih mendapatkan pertolongan medis sebelum meninggal dunia," jelas Sujarwo.

Ahmad menjadi korban penusukan di pelataran parkir Kafe 999 dini hari tadi sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, pengusaha muda asal Aceh yang tinggal di Apartemen Rasuna Tower 17 No.11 D, Setiabudi, hendak meninggalkan kafe bersama isterinya Sara dan seorang rekan bisnis asal Singapura Nirmal Balakrisnnan. Di parkiran, mereka bertemu seorang pria yang terlihat dalam kondisi mabuk. Sempat terjadi percecokan dan dorong-mendorong di tempat tersebut sebelum datang sekitar 10 orang yang diduga dari kelompok pria mabuk tersebut. Tiba-tiba, korban sudah tersungkur dengan tubuh bersimbah darah. Setelah diperiksa, ternyata korban mengalami luka tusuk pada dada kiri.

Baca juga:
Tujuh Saksi Diperiksa Terkait Penusukan di Kemang
Pengunjung Kafe di Kemang Tewas Ditusuk

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau