JAKARTA, KOMPAS.com — Konflik di Jalur Gaza dan laporan menurunnya permintaan emas di kuartal III menjadi pemberat harga emas pada pekan lalu. Bagaimana emas pada awal pekan perdagangan nanti?
Rekhmen Abadi, analis Valbury Asia Futures, melihat bahwa fluktuasi dan "volatilitas" emas masih akan terjadi di tengah ketidakpastian kondisi global yang meningkat belakangan ini.
"Hanya, pergerakan emas yang seharusnya terdorong naik oleh peran safe haven karena ketidakpastian masih terhalang oleh penguatan dollar Amerika Serikat (AS)," urai Rekhmen.
Secara teknikal, menurut Rekhmen, akselerasi akan berlanjut, tetapi tertahan di level tertentu. "Untuk jangka pendek dalam basis intraday perlu diperhatikan areal resistance 1.717,69 hingga 1.725,3 dollar AS," ulasnya.
Selama area tersebut utuh, maka ada peluang akselerasi penurunan lebih lanjut untuk menembus support di 1.705-1.702,59. Rekomendasi Rekhmen adalah jual di harga 1.720 dan stop loss di 1.727.
Emas melemah pada Jumat lalu dan menyebabkan akumulasi tekanan mingguan akibat indikasi penurunan perekonomian global. Kekhawatiran resesi lanjutan di AS menekan minat terhadap emas sebagai aset untuk menghindarkan diri terhadap inflasi. Jumat, emas ditutup pada level 1.712,5 atau turun 2,5 poin. (Dyah Megasari/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang