Upah buruh

Ribuan Buruh Blokade Jalan Gubernur Suryo

Kompas.com - 19/11/2012, 12:53 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com -- Ribuan buruh memblokade Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur, dengan berkonvoi menggunakan sepeda motor dan truk, Senin (19/11/2012). Akibatnya, kemacetan lalu lintas di ruas Jalan Gubernur Suryo, Jalan Basuki Rahmat, dan Jalan Tunjungan, tak terhindarkan.

Ribuan buruh yang berunjuk rasa menuju Gedung Grahadi, kediaman Gubernur Jawa Timur Soekarwo, membawa bendera asosiasi buruh dan berbagai poster menolak upah murah. Mereka menuntut penetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di lima daerah di Jawa Timur sebesar Rp 2,2 juta.

Kelima daerah itu yakni, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Mojokerto, Pasuruan, dan Sidoarjo.

Mereka mengancam akan mogok kerja selama tiga hari jika Gubernur Soekarwo tidak memenuhi tuntutan buruh untuk mendapatkan upah layak tersebut. Rencananya, Soekarwo akan menetapkan UMK pada 21 November.

Sebelumnya, usulan UMK tertinggi di Jatim diajukan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik sebesar Rp 1.567.000. Namun, buruh meminta upah Rp 2,2 juta dengan melihat penetapan upah di DKI Jakarta dan Bekasi yang besarannya di atas Rp 2 juta.

Mereka meminta kenaikan upah bisa mencapai 130 persen dari nilai kebutuhan hidup layak.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau