Metode Kanguru, Inkubator Alami untuk Bayi Prematur

Kompas.com - 19/11/2012, 14:12 WIB

KOMPAS.com - Perawatan bayi dengan berat badan lahir rendah kurang dari 2.500 gram, terutama yang terlahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu, membutuhkan pengawasan khusus untuk pencegahan hypothermia atau keadaan dimana bayi mengalami cedera dingin akibat pengaturan suhu dalam sistem syaraf pusatnya belum sempurna.

Pada perawatan bayi dengan berat badan rendah maupun prematur, tentu membutuhkan bantuan alat penghangat atau inkubator. Namun bila keadaan tidak memungkinkan seperti tidak tersedianya alat penghangat, maka pilihan alami adalah dengan menggunakan metode Kanguru. Metode Kanguru ini adalah dengan  melakukan kontak dari kulit ke kulit secara langsung antara ibu dan bayi.

Persiapannya cukup ibu mandi yang bersih, dan bersedia melakukan perawatan metode kanguru. Memulai kontak ini dengan menggendong bayi dalam keadaan tanpa pakaian hanya mengenakan popok dan topi penutup kepala. Metode kanguru bisa dilakukan selama 24 jam atau secara intensif dilakukan 3 jam bergantian selang seling dengan perawatan inkubator.

Bayi diposisikan menempel di dada ibu saling berhadapan dada bayi dengan dada ibu sedemikian rupa menggunakan kain atau jarik yang didesain khusus untuk perawatan bayi prematur dengan metode kanguru. Namun sebenarnya alat jarik gendong biasa juga bisa digunakan. Prinsipnya seluas mungkin permukaan tubuh bayi menyentuh kulit ibu. Setelah selendang gendong tersebut disimpulkan, baru ibu mengenakan pakaian luar.

Ada beberapa syarat untuk dapat dilakukan metode kanguru ini yakni, berat badan bayi kurang atau sama dengan 2.500 gram, bayi tidak mengalami gangguan sistem pernafasan, bayi tidak mengalami komplikasi penyakit berat selama  perawatan, perkembangan cukup stabil selama masa perawatan di inkubator. Bayi juga sudah memiliki daya hisap baik untuk dapat sekaligus merangsang pengeluaran ASI.

Perawatan bayi dengan metode kanguru ini semakin diminati karena mambantu mempercepat kenaikan berat badan bayi prematur, menjalin ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi, memperlancar produksi ASI, mengurangi biaya perawatan dengan alat inkubator terutama yang dirawat sudah cukup lama. Kelebihan lain dari metode kanguru ini adalah tubuh ibu memiliki sensor alami, dimana bila bayi mengalami kedinginan atau hypothermia maka secara otomatis tubuh ibu akan menghangat untuk melindungi bayinya, dan bila bayi mengalami panas , maka tubuh ibu akan menyesuaikan dengan menurunkan suhu tubuhnya.

Bayi-bayi yang telah dilakukan perawatan dengan metode kanguru selama ini dalam pengalaman saya bertugas di ruang prematur, ada beberapa manfaat plus, antara lain bayi lebih tenang dan seolah  menikmati detak jantung ibunya seperti dalam rahim, jarang menangis atau gelisah, kenaikan berat badan lebih baik, pernafasan bayi tampak stabil dan bayi merasa aman. Bagi ibu sendiri meningkatkan rasa kasih sayang, percaya diri  untuk merawat bayinya kelak di rumah.

Latihan metode kanguru dapat dilakukan secara langsung setelah bayi lahir dan ibu mampu untuk melakukannya, atau saat masa persiapan transisi keluar dari inkubator bagi bayi yang pernah dirawat intensive di ruang perawatan bayi prematur. Tugas suami selama perawatan bayi dengan metode kanguru ini memberi dukungan moril dan memperhatikan keadaan kesehatan ibu dan bayi.

Salam hangat

Semoga bermanfaat

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau