Pedagang Daging Minta Perhatian Jokowi

Kompas.com - 19/11/2012, 16:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelangkaan daging sapi di Jakarta meresahkan pedagang sapi, termasuk yang berjualan di Pasar Kramat Jati. Mereka berharap Jokowi dapat meninjau langsung ke pasar agar kelangkaan daging dapat teratasi.

Harapan itu dikemukakan oleh Entong (45). Sebab minimnya ketersediaan daging sapi menganggu kondisi ekonomi para pedagang.

"Saya juga jadinya sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup kalau sampai tiga hari libur enggak dagang kayak kemarin gara-gara daging langka. Penjagalan pada mogok, saya rugi sampai 400 ribu tuh tiga hari kemarin," ungkap Entong di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (19/11/2012).

"Saya selaku pedagang daging berharap agar Pak Gubernur Bapak Jokowi bisa langsung turun tangan ke sini ngeliat kondisi pedagang daging di Jakarta, di Pasar Kramat Jati ini khususnya, supaya kelangkaan-kelangkaan gini bisa cepet diatasin," harap Entong.

Entong yang berdagang di Pasar Kramat Jati sejak 1986 merasa pemerintah kurang sigap dalam mengambil keputusan dan menyikapi kelangkaan yang terjadi. Dia menilai, jika kelangkaan ini terus terjadi akan semakin menyulitkan rakyat kecil.

"Di sini kan beda Mbak sama di Kalimantan. Di sana sih daging 120 per kilo juga masih laku, tapi di Jakarta mah yang pusat kok malah begini. Berarti kan seharusnya pemerintah pusat lebih cepat tanggap supaya kita yang di pusat juga gak kesulitan begini," imbuhnya.

Menurutnya, harusnya antara daging lokal dengan impor seimbang. Sebab, jika lokal tersedia sementara impor tidak, maka hal itu juga bisa memengaruhi harga.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau