Penetapan UMK Tunggu Klarifikasi Menakertrans

Kompas.com - 19/11/2012, 17:54 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Penetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK) Jatim yang sedianya ditetapkan pada Rabu (21/11/2012) depan terpaksa diundur menyusul belum disepakatinya nilai UMK 2013 yang diusulkan buruh Ring 1 Jatim sebesar Rp 2,2 juta.

Gubernur Jatim Soekarwo, saat menemui aksi buruh di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (19/11/2012) mengatakan, pihaknya masih akan melakukan klarifikasi pada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) tentang pernyataan kenaikan kebutuhan hidup layak (KHL) sebesar 150 persen, yang oleh buruh dijadikan  dasar penetapan UMK Ring 1 Jatim, menjadi Rp 2,2 juta.

''Dasar kita untuk menetapkan kebijakan bukan atas dasar keterangan lisan, karena kami ini pemerintahan, bukan paguyuban,'' kata Soekarwo.

Dikatakannya, gubernur akan menetapkan UMK 2013 untuk Jatim setelah ada koordinasi dan ketetapan dari Menakertrans. ''Sebanyak 10 orang dari perwakilan buruh juga akan dikirim ke Jakarta untuk mengawal klarifikasi tersebut, serta bertemu langsung dengan Menakertrans,'' tambahnya.

Pernyataan Soekarwo tersebut disampaikan setelah melakukan pertemuan tertutup selama lebih dari 1 jam dengan perwakilan buruh di komplek Gedung Negara Grahadi. Setelah mendengarkan penjelasan dari Gubernur Soekarwo, para buruh dari Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo, Pasuruan, dan Gresik itupun membubarkan diri.

Sebelumnya, para buruh mengancam akan terus memblokade Jalan Gubernur Suryo jika tuntutan mereka tidak diindahkan Gubernur yang pada siang tadi juga menggelar rapat finalisasi UMK 2013 dengan dewan pengupahan dan 38 bupati/walikota seluruh Jatim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau