KOMPAS.com - Headline sebuah harian Italia, Tuttosport, memberi judul "Stephan El Shaarawy: Heart and Soul" pada Minggu (18/11/2012). Sangat jarang ada media Italia yang memberikan tempat utama untuk pemain muda di halaman depannya.
Semua itu dilakukan hanya untuk El Shaarawy, penyelamat AC Milan musim ini. Termutakhir, lesakan dua gol pemain Italia berdarah Mesir itu menyelamatkan "I Rossoneri" dari pahitnya kekalahan di kandang Napoli. Skor kedua tim pun berakhir 2-2.
Koleksi 10 gol dari 13 pertandingan Serie-A membuktikan bakat besar El Shaarawy. Jumlah tersebut berarti setengah gol Milan musim ini adalah berkat bantuan eks pemain Genoa dan Padova itu.
Sebuah fakta menunjukkan bahwa klub asuhan Massimiliano Allegri tersebut begitu bergantung kepada El Shaarawy. Jika tak ada gol-gol dari El Shaarawy, posisi Milan di klasemen sementara Serie-A adalah juru kunci!
Beruntung, El Shaarawy mampu tampil trengginas dan dapat menjaga Milan jauh dari zona merah degradasi. Pada usia baru 20 tahun, El Shaarawy sudah mengambil tugas berat menolong Milan tetap bernapas musim ini.
Pada awal musim, tak ada yang mengira El Shaarawy bakal menjadi juru selamat Milan. Pasalnya, musim pertama El Shaarawy di San Siro hanya mengoleksi empat gol dari 28 pertandingan.
Semua itu tak terlepas dari keberadaan Zlatan Ibrahimovic yang tidak tersentuh di Milan. Setelah Ibrahimovic pergi ke Paris Saint-Germain, mau tak mau Milan memaksimalkan kemampuan pemain berjuluk "Firaun Kecil" itu. Untungnya, El Shaarawy bisa membayar kepercayaan yang diberikan Milan. Jika terus tampil konsisten dan berkontribusi lebih untuk Milan, julukan "Firaun Kecil" sepertinya sudah tak cocok lagi untuknya. Mungkin saja, julukan El Shaarawy nanti menjadi "Firaun kota Milan".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang