Isu Laut China Selatan Tak Dibahas dengan China

Kompas.com - 20/11/2012, 04:17 WIB

PHNOM PENH, KOMPAS - Juru bicara delegasi Pemerintah China dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi Ke-21 ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, menegaskan, isu Laut China Selatan sama sekali tak dibahas dalam pertemuan puncak antara para pemimpin negara anggota ASEAN dan China, Senin (19/11).

Qin Gang, juru bicara delegasi China tersebut, menyatakan, tidak ada negara anggota ASEAN yang mengangkat isu sengketa Laut China Selatan dalam pertemuan antara ASEAN dan China. Menurut dia, isu tersebut bukan menjadi perhatian ASEAN dan China.

”Perhatian kita bersama adalah tentang bagaimana merespons dampak negatif krisis keuangan global dan bagaimana merespons perlambatan ekonomi dunia,” kata Gang.

Saat ditanya tentang Filipina, Vietnam, dan Malaysia, yang sempat mengangkat isu tersebut, Gang mengatakan, ketiga negara tersebut bukanlah representasi ASEAN secara keseluruhan.

Ia sekali lagi menekankan bahwa kepentingan bersama antara ASEAN dan China adalah menjaga situasi damai kawasan dalam kesejahteraan. ”Dan, semua negara harus berkontribusi dalam tujuan bersama itu,” kata Gang.

Sengketa Laut China Selatan, menurut Gang, selalu menjadi konteks antara ASEAN dan China pada level yang berbeda. Saluran pembahasannya sangat terbuka.

Isu sengketa wilayah antara empat negara anggota ASEAN dan China di Laut China Selatan sebelumnya diduga akan menjadi salah satu isu utama yang akan dibahas dalam rangkaian KTT ASEAN dan KTT Asia Timur di Phnom Penh tersebut. Namun, hingga satu hari sebelum penutupan rangkaian KTT tersebut, Selasa ini, terlihat belum ada kemajuan signifikan dalam pembahasan isu tersebut.

Demikian dilaporkan wartawan Kompas Wisnu Dewabrata, C Wahyu Haryo, dan FX Laksana Agung Saputra dari Phnom Penh.

Sempat memanas

Sebelumnya dilaporkan, masalah ini sempat memanas dalam pertemuan ASEAN dengan Jepang. Dalam forum tersebut, Presiden Filipina Benigno Aquino menginterupsi pertemuan yang dipimpin Perdana Menteri Kamboja Hun Sen.

Aquino memprotes pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Kamboja Kao Kim Hourn pada hari Minggu yang menyebutkan para pemimpin negara ASEAN telah sepakat untuk tidak menginternasionalisasi isu sengketa wilayah di Laut China Selatan. Menurut Aquino, tidak ada kesepakatan tersebut.

”Ada beberapa pandangan terkait persatuan ASEAN yang disampaikan kemarin, yang tidak kami sadari akan diartikan sebagai konsensus ASEAN. Mohon dicatat, itu bukan pemahaman kami. Jalur ASEAN bukan satu-satunya jalur (penyelesaian masalah Laut China Selatan) bagi kami. Sebagai negara berdaulat, kami punya hak untuk mempertahankan kepentingan nasional kami,” ujar Aquino.

Filipina berpendapat, ada jalur alternatif penyelesaian masalah itu dengan melibatkan Amerika Serikat.

Seusai pertemuan, Menteri Luar Negeri Filipina Albert Del Rosario mengatakan, Vietnam berpendapat sama dengan Filipina terkait pernyataan sepihak Kamboja itu.

Staf Khusus Presiden RI Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, Senin, secara diplomatis menyebutkan, Indonesia tak akan mencegah jika ada negara lain ingin mengangkat isu Laut China Selatan, terutama dalam momen KTT Asia Timur.(Reuters/DHF)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau