KOMPAS.com - Sebagian dari kita mengisi hari-hari dengan minuman berkafein, seperti kopi, teh, atau minuman berenergi. Ketika kita absen sejenak saja dari kebiasaan ini, sakit kepala langsung datang menghampiri. Apakah ada hubungannya antara "cuti" minum kopi dengan sakit kepala? Bisa jadi, ya.
Penelitian yang dibuat oleh University of Vermont College of Medicine dan Johns Hopkins School of Medicine menemukan penjelasan atas kondisi yang disebut "caffeine withdrawal headache", yang ternyata bisa menimbulkan berbagai keluhan seperti sakit kepala, lelah, kurang konsentrasi, serta kurang bersemangat.
Temuan lain dari peneliti Knut Hagen dari Norwegian University of Science and Technology menyatakan, tidak ada cara lain untuk meredakan jenis sakit kepala seperti ini selain mengurangi asupan kafein sedikit demi sedikit. Ironisnya, selama ini tidak sedikit dari kita yang menjadikan kafein sebagai "obat", karena memang di dalamnya terkandung sejenis analgesik yang ampuh meredakan sakit kepala.
Namun, menurut Hagen, sebaiknya kita lebih mengutamakan upaya agar sakit kepala itu tidak datang lagi, ketimbang menunggunya datang baru kemudian "mengobatinya" dengan kafein.
(Prevention Indonesia/Irene J. Meiske)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang