Mungkinkah Mayat di Pantai Condong itu Noval?

Kompas.com - 20/11/2012, 08:26 WIB

DEPOK, KOMPAS.com - Upaya tim SAR dan masyarakat setempat mencari Noval Rudiansyah (17), korban tenggelam di Pantau Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat, hingga Selasa (20/11/2012), masih belum menemukan hasil.

Menurut informasi Bacin (25), rekan korban yang ikut menemani para tim penyelamat, tim sudah bergerak sejak Selasa pagi tadi. Saat berita ini dilaporkan, nelayan sudah menemukan sesosok tubuh di kawasan pantai Condong, masih di wilayah Ujung Genteng.

"Sepertinya ada pencerahan. Kami sedang menuju lokasi, ke daerah Condong. Masyarakat menemukan sosok mayat, tapi belum pasti ini korban atau bukan. Kini kami mau memastikan," tutur Bacin kepada Kompas.com, Selasa pagi.

Seperti diberitakan, sejak Minggu (18/11/2012) pagi lalu tim SAR Ujung Genteng, Jawa Barat, bersama- pihak kepolisian dan nelayan setempat, melakukan pencarian Noval Rudiansyah (17). Noval adalah warga kampung Cipayung, RT 1/RW 29, Depok Timur, yang dikabarkan hilang tergulung ombak di kawasan pantai Ujung Genteng, Jawa Barat, sejak Sabtu (17/11/2012) sore.

Tim SAR melakukan penyisiran sejak Minggu pagi mulai dari wilayah pinggir pantai, tempat pertama Noval dinyatakan hilang digulung ombak, hingga ke tengah laut. Nelayan setempat juga telah membantu tim penyelamat tersebut ke titik-titik yang diduga bisa ditemukan sosok Noval.

"Kalau nelayan bilang, biasanya dua atau tiga hari baru ketemu. Sekarang ombaknya juga masih besar, masih sulit," tutur Tono (40), tetangga korban di Depok Timur, yang ikut mengantar orangtua Noval ke Ujung Genteng sejak Sabtu malam.

Piknik bertigabelas

Noval Rudiansyah adalah satu dari 13 anak muda yang berpiknik ke Pantai Ujung Genteng tersebut. Noval dan rekannya, Labon (27), diketahui tergulung ombak pada Sabtu sore di pantai tersebut. Hanya Labon yang selamat dan langsung mendapatkan perawatan medis, sementara nasib Noval masih belum jelas.

Kabar tersebut diterima Anay Yanuar (27), tetangga Noval, pada Sabtu malam pukul 20.00. Anay mengaku menerima kabar itu dari Toar (20) dan Kipli (25), kedua rekan korban yang ikut dalam rombongan berjumlah 13 orang itu.

Anay menuturkan, Noval dan rombongan tersebut berangkat dari Depok sejak Jumat (16/11/2012) tengah malam menuju Ujung Genteng. "Mereka pergi dengan dua mobil sewaan. Kabar yang kami terima di Depok jam 5 sore tadi dari Kipli. Tapi, teman-teman tidak percaya, karena mungkin dikira bercanda. Sampai akhirnya, kami tahu itu serius, kemudian kami laporkan ke orangtuanya," ujar Anay kepada Kompas.com.

Adapun beberapa nama anak muda yang diketahui ikut dalam rombongan tersebut selain Noval antara lain Ewin, Daden, Romi, Bacin, Kipli, Nakung, Oki, Toar, Ponga dan pacarnya. Mereka adalah warga RW 11, Depok Timur, sedangkan beberapa nama sisanya belum diketahui pasti oleh rekan-rekan Noval di Depok.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau