Jokowi Telah Antisipasi Demo Organda

Kompas.com - 20/11/2012, 08:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan telah mengupayakan langkah antisipasi menyusul adanya ancaman demo besar-besaran angkutan kota. Demo tersebut rencananya digelar pada Selasa (20/11/2012) pagi ini dan diikuti oleh 2.000 demonstran.

"Ya, saya telah mendengar rencana demo sejak semalam. Saya sudah siapkan agar angkutan lain bisa menyelesaikan penumpang," kata Joko Widodo, di Balaikota, Jakarta, Selasa pagi.

Diberitakan sebelumnya, massa yang akan berdemonstrasi berasal dari Forum Komunikasi Dewan Pimpinan Unit Organda DKI Jakarta. Dalam aksinya, massa berniat menuntut agar Perda Nomor 03 Tahun 2012 tentang retribusi daerah yang terkait dengan angkutan umum dicabut. Kemudian, massa juga menolak pengesahan Perda Nomor 12 Tahun 2003 di mana di dalamnya terkandung maksud penghapusan mikrolet.

Aksi tersebut telah diinformasikan ke pihak kepolisian. Anggota dari Polsek maupun Polres Jakarta Pusat telah disiapkan untuk mengamankan aksi yang akan berlangsung di depan gedung Balaikota ini.

Sampai berita ini diturunkan, 350 petugas gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat, dan Satpol PP tengah melakukan apel siaga untuk mengamankan jalannya demonstrasi. Sementara massa pengunjuk rasa tampak berkumpul di dalam area Tugu Monas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau