BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com- Pedagang-pedagang daging sapi di Kota Bandar Lampung mogok berjualan, Selasa (20/11/2012). Seperti terpantau hari ini, lapak-lapak penjual daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandar Lampung kosong. Ini antara lain terlihat di Pasar Pasir Gintung dan Pasar Smep.
Lapak-lapak ini sebagian diisi dengan komoditas lainnya, macam daging ayam. "Sejak Senin (19/11/2012) kami mogok, berdasarkan kesepakatan bersama. Mungkin rencananya sampai tiga hari," ujar Rudi (40), pedagang daging yang mogok.
Adapun tuntutan para pedagang adalah untuk menuntut perusahaan penggemukan sapi menurunkan kembali harga jual daging. "Harganya kini naik dari Rp 28.000 jadi Rp 31.500 per kg (sapi hidup). Lampung ini kan lumbung daging. Jangan disamakan dengan Jakarta," tutur Rudi.
Sebelumnya, aksi mogok pedagang daging terjadi di Jakrta dan sejumlah daerah lain. Sejak hari Minggu lalu, aksi mogok sudah usai, dan pedagang kembali berjualan, meski harganya masih tetap tinggi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang