Sopir Angkot Minta Jokowi Tak Teken Raperda Transportasi

Kompas.com - 20/11/2012, 14:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan sopir angkutan Koperasi Wahana Kalpika (KWK) yang beroperasi di wilayah Jakarta Utara turut melakukan aksi mogok narik di perempatan Jalan Sulawesi, arah Pintu Pos 9, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan mereka tentang rencana peraturan daerah (raperda) tentang transportasi. Para sopir angkot tersebut mendesak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi untuk menolak pengesahan raperda tersebut.

"Intinya menolak raperda tentang transportasi. Jangan sampai ini ditandatangani Jokowi," kata Kepala Oprasional KWK se-Jakarta Utara Farid Efendi kepada Kompas.com, Selasa (20/11/2012).

Beberapa hal yang memberatkan bagi para sopir angkutan, antara lain batas waktu peremajaan angkutan umum yang dinilai terlalu singkat, yakni hanya tujuh tahun. Selain itu, para sopir tersebut juga menolak peremajaan angkutan kota dengan kendaraan ukuran sedang.

"Ya kita maunya peremajaannya sampai 14 tahunlah. Kalau cuma tujuh tahun, mana cukup dari penghasilan. KIR yang tadinya gratis juga sekarang mau di pungut lagi. Yang lebih parahnya, walaupun tidak tertulis, kalau ini disepakati, 4 KWK akan diganti 1 metro mini," ujar Farid.

Dengan alasan tersebut, para sopir angkot menolak raperda itu dan meminta Jokowi untuk tidak menandatangi perda tersebut. Para sopir angkota juga meminta pemerintah mencabut peraturan tentang penghapusan mobil kecil/mikrolet termasuk angkot KWK di DKI Jakarta dan juga soal batas peremajaan angkutan yang dinilai terlalu singkat.

Dari pantauan Kompas.com, ratusan angkutan KWK dengan nomor trayek 01-013 melakukan aksi mogok dan memarkir kendaraan berjejer sepanjang jalan Sulawesi. Akibatnya, lalu lintas kendaraan menuju arah pelabuhan pun menjadi tersendat. Saat ini juga di sejumlah wilayah Jakarta lainnya tengah dilangsungkan aksi serupa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau