Dishub Depok: Separator Jalan untuk Urai Kemacetan

Kompas.com - 20/11/2012, 15:43 WIB

DEPOK, KOMPAS.com - Selain pelebaran, upaya lain dari Pemerintah Kota Depok untuk menciptakan jalan raya yang manusiawi adalah membangun separator jalan. Pembangunan ini nantinya akan membagi Jalan Margonda Raya menjadi dua jalur, jalur cepat dan jalur lambat.

"Separator ini nantinya akan memisahkan angkutan umum (bus, mikrolet, dan sepeda motor) yang masuk ke jalur lambat dengan kendaraan pribadi di jalur cepat. Pembagian ini bertujuan untuk memperlancar arus lalu lintas di Margonda," kata Ari Manggala, Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Dinas Perhubungan Kota Depok, Selasa (20/11/2012).

Pembangunan separator kali ini dimulai dari fly over Universitas Indonesia hingga simpang Jalan Juanda. Proyek ini dikerjakan sejak dua minggu lalu dan diperkirakan selesai akhir Desember 2012.

"Ke depannya, separator akan dibangun di sepanjang Jalan Margonda. Tahun 2013 kita akan lanjutkan pembangunan separator dari simpang Jalan Juanda hingga pertigaan Ramanda, Depok," tegas Ari.

Dengan demikian, seluruh Jalan Margonda nantinya akan memiliki separator jalan. Untuk mempermudah kendaraan, setiap beberapa meter dari separator akan disediakan jalan yang bisa dipakai kendaraan di jalur cepat dan jalur lambat untuk pindah jalur.

Semua angkutan umum atau kendaraan yang ingin menepi wajib masuk ke jalur lambat sehingga tidak mengganggu lalu lintas di jalur cepat.

"Masing-masing ada jalurnya. Ini salah satu cara kita untuk mengurai kemacetan di Depok," pungkas Ari.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau