JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menilai kunjungan kerja ke luar negeri sah-sah saja dilakukan asalkan kunjungan itu dilakukan secara transparan. Hasil kunjungan itu pun harus diungkap ke publik.
"Jangan sampai berangkat ke luar negeri justru menambah kekacauan di DPR, dan semakin menciptakan kesalahpahaman di DPR. Kalaupun berangkat harus selektif dan itu harus terbuka ke masyarakat," ujar Hidayat, Selasa (20/11/2012), di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan.
PKS, lanjutnya, juga tidak melarang anggotanya melakukan kunjungan ke luar negeri. Terakhir, ada tiga anggota PKS yang ikut dalam rombongan Badan Legislatif ke Inggris dan Jerman yakni Bukhori Yusuf, Abdul Hakim, dan Indra. "Mereka harus transparan pakai berapa anggaran, ngapain saja di sana, lalu kenapa negara itu dituju. Ini harus dijelaskan ke publik," kata Hidayat.
Mantan Presiden PKS ini mengakui bahwa kunjungan ke luar negeri tidak bisa dikesampingan di era pergaulan internasional saat ini. "Ini hanya untuk yang mendesak. Dan kunjungan ke Inggris-Jerman ini terkait RUU Keinsinyuran dan hanya dua negara itu yang punya," pungkas Hidayat.
Adapun, kunjungan kerja anggota Baleg ke Jerman sudah berangkat terlebih dulu pada tanggal 17 November lalu dipimpin oleh Sunardi Ayub. Sementara anggota Baleg yang ke Inggris dipimpin oleh Wakil Ketua Baleg, Dimyati Natakusumah.
Rombongan ke Inggris baru akan berangkat tanggal 23 November mendatang. Rombongan anggota dewan ini rencananya akan melakukan pertemuan dengan parlemen, pemerintah setempat, akademisi, serta dewan keinsinyuran dalam rangka penyusunan RUU Keinsinyuran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang