Jalan Kaki dari Surabaya, Ahmatdi Akhirnya Bertemu Jokowi

Kompas.com - 20/11/2012, 23:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jauh-jauh dari Surabaya, Jawa Timur, harapan Ahmatdi Effendy untuk bertemu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akhirnya kesampaian juga. Hari ini pria berusia 39 tahun itu berhasil menemui tokoh idolanya tersebut di Balaikota DKI Jakarta.

Saat tiba di Balaikota, Ahmatdi langsung meneriakkan kata, "Merdekaa... Sampai juga saya di sini." Ahmatdi tiba dengan menggunakan kaus lusuh berwarna merah dan kertas putih yang berisi nazar Ahmatdi kepada Jokowi. Ahmatdi mengaku berjalan kaki dari tempat asalnya, Surabaya.

"Saya punya hajat kalau Pak Jokowi jadi Gubernur Jakarta, saya mau jalan kaki dari Tugu Pahlawan Surabaya sampai ke Kota Jakarta mau ketemu Pak Jokowi. Saya sudah jalan kaki dari Surabaya dari sejak tanggal 9 kemarin. Saya sudah enggak tahu berapa lama saya tiba di Jakarta," kata Ahmatdi kepada wartawan, Jakarta, Selasa (20/11/2012).

Ahmatdi ke Jakarta hanya berbekal uang sebesar Rp 2.000. Namun, selama perjalanannya menuju Jakarta, Ahmatdi menemui banyak dermawan yang berbaik hati kepadanya. "Mau makan, saya juga dikasih orang. Sekarang uang saya bertambah Rp 50.000," kata Ahmatdi.

Pria yang berprofesi sebagai pengayuh kereta kelinci alias odong-odong di Ampel, Surabaya, ini mengaku ingin bertemu Jokowi karena memang mengidolakan sosok Jokowi sejak Jokowi berkampanye di pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. "Nge-fans saja, memang saya niat. Alasannya ya karena Pak Jokowi kelihatan jujur," ujarnya.

Ahmatdi yang memiliki dua istri dan tiga orang anak ini selalu meminta tanda tangan dari polisi di tiap kota pada kertas. Kertas itu selalu ia kalungkan dan menjadi bukti bahwa ia memang memiliki niat bulat bertemu dengan mantan Wali Kota Solo tersebut. Ahmatdi juga mengaku, selama perjalanannya menuju Jakarta, ia selalu beristirahat di masjid dan stasiun pompa bensin terdekat.

Beberapa menit setelah Ahmatdi berbincang dengan para awak media, Ahmatdi kemudian diterima oleh Jokowi dan dipersilakan masuk ke dalam Balaikota Jakarta. Selama kurang lebih 15 menit, Jokowi menerima kunjungan Ahmatdi.

"Ya, tadi ngomong-ngomong saja sebelas hari jalan kaki dari Surabaya. Ini membuktikan potret masyarakat kita, wong cilik ya seperti bapak ini," kata Jokowi.

Sementara itu, Ahamatdi merasa bahagia dapat bertemu dan dapat bertatap muka langsung dengan idolanya tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau