Hun Sen Pun Menangis Bangga

Kompas.com - 20/11/2012, 23:20 WIB

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Pemimpin Kamboja, Hun Sen hari Selasa (20/11/2012) sebagaimana dilaporkan kantor berita AP, menangis saat dia menyatakan sangat bangga bahwa negerinya yang kecil ini bisa menjadi tuan rumah dari pertemuan tingkat tinggi para pemimpin 10 negara ASEAN serta enam negara mitra ASEAN yakni Amerika Serikat, Australia-Selandia Baru, China, India, Jepang, dan Korea Selatan. KTT ASEAN berakhir hari Selasa kemarin.

Phnom Penh menjadi tuan rumah dengan kehadiran para pemimpin dari 10 negara ASEAN serta dihadiri delapan kepala negara dunia termasuk Presiden AS Barack Obama. Dan Hun Sen yang pernah menjadi pemimpin kelompok perlawanan Kamboja ini pun tak bisa menahan tangis bangganya.

"Saya minta maaf karena tak bisa menahan air mata saya," ujarnya dalam jumpa pers yang dihadiri sejumlah besar wartawan. Dia juga mohon maaf karena terlalu emosi menjawab pertanyaan yang ada.

Hun Sen juga semakin terharu saat mengatakan bahwa dia sangat menyesal karena Raja Norodom Sihanouk dari Kamboja yang meninggal dunia pada 15 Oktober lalu pada usia 89 tahun, tidak sempat melihat bagaimana negara ini bisa menyelenggarakan sebuah peristriwa internasional seperti ini.

Hun Sen memang sering emosional di depan publik, sekalipun juga dia kadang bisa marah. Pemimpin geriyalwan Kamboja ini pernah menangis ketika dia teringat pada sejumlah teman dekat semasa perjuangan pembebasan Kamboja dan keluarganya yang meninggal dunia. Dia juga marah besar kalau ada yang merendahkan negerinya kamboja. Hun Sen terlihat begitu sedih ketika Raja Norodom Sihanouk meninggal dunia lalu.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau