JAKARTA, KOMPAS.com — Tekanan eksternal masih bakal memayungi nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (21/11/2012). Minimnya sentimen positif dari perekonomian domestik semakin memberatkan langkah rupiah.
Pada akhir perdagangan kemarin, rupiah kembali ditutup melemah di level Rp 9.633 per dollar AS dari saat dibuka di level Rp 9.628 per dollar AS. Rupiah bergerak di kisaran Rp 9.628-9.638 per dollar AS di sepanjang perdagangan.
Ditutupnya indeks harga saham gabungan di zona merah menambah tekanan terhadap rupiah, kemarin. Namun, pernyataan Wakil Menteri Keuangan RI bahwa defisit anggaran saat ini mencapai 0,7 persen dari produk domestik bruto mengindikasikan kuatnya kondisi fiskal domestik hingga sedikit mengurangi tekanan rupiah.
Meski demikian, Riset BNI Treasury memperkirakan hari ini potensi pelemahan kembali menghadang rupiah. Non delivery forward 1 bulan di pasar offshore pagi ini rupiah dibuka turun di level Rp 9.645-9.655 per dollar AS. Hal ini diproyeksikan akan menambah tekanan dollar terhadap rupiah pagi ini.
Bank Indonesia dipastikan siap mengawal pergerakan rupiah di tengah tingginya permintaan valas oleh importir memasuki akhir bulan. Minimnya sentimen domestik berpotensi ikut membatasi nilai tukar rupiah hari ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang