Mayat Lelaki Ditemukan di Kolong Lapak

Kompas.com - 21/11/2012, 15:27 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Sesosok mayat laki-laki ditemukan di bawah kolong lapak di sisi Jalan Arief Rahman Hakim, depan Perumahan Puri Galaxy Surabaya, Rabu (21/11/2012) siang. Polisi belum memastikan mayat adalah korban pembunuhan atau tabrak lari.

Di tubuh mayat lelaki berbaju motif kotak berwarna merah, yang diketahui atas nama Kirno (40), warga Desa Ngayung, RT 05 RW 01 Kecamatan Maduran, Lamongan, itu dipenuhi luka gores dan sobek. Tidak jauh dari posisi korban terdapat sepeda motor Honda CB dengan nomor polisi S 4679 KT. Motor diduga kuat milik korban.

Kapolsek Sukolilo Surabaya Ajun Komisaris Dewa Putu Eka Darmawan menerangkan, posisi korban kali pertama diketahui oleh seorang penggali kabel proyek Telkom, Sugianto. ''Dia menemukan korban dalam posisi tertelungkup saat akan mulai menggali lubang kabel,'' katanya dikonfirmasi.

Sugianto lantas menghubungi polisi dan tidak berselang lama Tim Identifikasi Polrestabes Surabaya meluncur dan melakukan olah TKP. ''Kami belum dapat memastikan bahwa Sukirno adalah korban pembunuhan karena bisa jadi dia adalah korban tabrak lari,'' ujarnya.

Sementara itu, polisi kini masih memeriksa beberapa saksi dari warga sekitar, dan motor korban juga diamankan sebagai barang bukti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau