Polri Imbau Demo Buruh Tak Anarkis

Kompas.com - 21/11/2012, 16:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini, Rabu (21/11/2012) puluhan ribu buruh melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Kompleks Parlemen Senayan, hingga Istana Negara. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meminta para buruh menjauhkan cara-cara kekerasan atau anarkis selama aksi berlangsung.

"Polri harap seluruh koordinator lapangan, pengurus federasi, dan lainnya untuk menjauhkan aksi kekerasan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Rabu.

Selain di Jakarta, demo juga dilakukan para buruh di Jawa Timur. Para buruh menuntut adanya kenaikan upah minimum provinsi (UMP). Pasalnya demo di Jawa Timur tersebut sempat berlangsung ricuh. Boy juga meminta pada mereka untuk tidak mengganggu arus lalu lintas seperti yang pernah terjadi pada demo beberapa waktu lalu, yakni menutup jalan tol.

Tak hanya itu, Polri juga mengimbau buruh tidak memaksa rekan lainnya yang sebenarnya tidak berkenan untuk melakukan unjuk rasa. "Kita tahu bahwa perjuangan ini berkaitan dengan masalah kenaikan UMP. Itu harus didialogkan. Kami harap, elemen buruh yang berunjuk rasa hari ini, dapat berlangsung dengan damai. Pada masyarakat lainnya yang tidak ingin ikut (demo) juga jangan dilakukan pemaksaan," papar Boy.

Menurut Boy, Mabes Polri akan mengevaluasi satuan kewilayahan atas pengamanan demo buruh. Mabes Polri pun siap memberikan personel tambahan jika dibutuhkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau