Windows 8 Bakal Dongkrak Pasar PC Indonesia?

Kompas.com - 22/11/2012, 11:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah lesunya industri PC, sistem operasi Windows 8 terbaru dari Microsoft diharapkan bisa memberi angin segar dan mendongkrak penjualan.

Namun, Head of IDC Indonesia Operations Sudev Bangah berpendapat sebaliknya.

"Saya pikir Windows 8 tak akan menjadi game changer untuk pasar PC di Indonesia," ujarnya dalam acara diskusi media di Jakarta, Rabu (21/11/2012) kemarin.

Bangah menyoroti gaya tampilan baru Windows 8 dan lingkungan desktop di balik itu yang disebutnya tak membawa perubahan terhadap daya guna sistem operasi tersebut, di samping perubahan antarmuka.

"Di tablet memang cocok sekali dan menjanjikan. Tetapi ketika dibawa ke lingkungan PC, kelihatannya tidak seperti itu."

Bagaimana dengan integrasi layanan penyimpanan cloud (SkyDrive) yang menjadi salah satu fitur unggulan Windows 8?

"Kalau di Indonesia, termasuk Jakarta, fungsi tersebut akan dibatasi oleh konektivitas internet yang kurang mendukung, Terlalu banyak blank spot, termasuk di tengah kota sekalipun," ucapnya.

Dia mengatakan, kalangan korporat selaku salah satu pengguna terbesar PC kemungkinan bakal berpikir dua kali sebelum bermigrasi ke Windows 8. Alasannya, perubahan sistem operasi akan membawa banyak penyesuaian, seperti dalam hal IT policy dan pengaturan sekuriti.

"Untuk konsumen pun, Windows 7 sudah menjadi produk yang sangat bagus. Berapa banyak pengguna komputer lama yang berminat upgrade ke Windows 8 disamping para tech geek?" tanyanya.

Selain tampilan Start Screen yang baru, Windows 8 sendiri mengusung lingkungan desktop yang serupa dengan Windows versi terdahulu. Sistem operasi ini pun disebut mempertahankan kompatibilitas dan mampu menjalankan program-program yang dirancang untuk OS sebelumnya.

Analis pasar PC dari IDC Deddie Sionader mengatakan bahwa tren Windows 8 belum terlihat di pasaran, meski sudah terdapat 30-an model notebook berbasis sistem operasi itu dari beberapa vendor yang siap dipasarkan.

IDC mencatat di kuartal III, pasar PC dari kategori komputer desktop dan laptop mengalami penurunan angka pengkapalan produk year-on-year sebesar 4,5 persen menjadi 1,19 juta unit. Angka itu lebih rendah 8,3 persen dibanding kuartal sebelumnya.

Meski begitu, Deddie menambahkan bahwa hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh banyaknyya proyek pengadaan pemerintah yang belum terwujud. "Di laporan kuartal empat nanti, angkanya bisa berubah seiring dijalankannya proyek-proyek itu."

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau