Pemerasan bumn

Disebut Peras Dirut Merpati, Sumaryoto Siap Dikonfrontir

Kompas.com - 22/11/2012, 12:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi XI dari Fraksi PDI-Perjuangan, Sumaryoto diperiksa selama dua jam oleh Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat pada Kamis (22/11/2012) ini. Usai menjalani pemeriksaan, Sumaryoto langsung dikerumuni wartawan yang meminta klarifikasi atas laporan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Berdasarkan laporan Dahlan, Sumaryoto diduga meminta jatah atas penyertaan modal negara (PMN) kepada direksi PT Merpati Nusantara Airlines (MNA).

Sumaryoto yang menggunakan jas warna hitam dengan celana bahan warna senada tampak enggan memberikan klarifikasinya. Ia terus mengulang jawabannya saat ditanya atas tudingan itu. "Sudah saya serahkan ke BK, tolong sampeyan (tanya) ke BK saja," ujar Sumaryoto, Kamis (22/11/2012), di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Saat terus didesak meminta klarifikasi, Sumaryoto pun tak peduli. Ia justru meminta Pamdal DPR untuk segera membentengi dirinya dari sorot kamera. Saat berjalan di lorong, emosi Sumaryoto tak lagi bisa ditahan. Ia menggengam rekaman wartawan sambil menegaskan suaranya.

"Saya tidak akan banting, tapi saya tidak mau bicara. Tanya ke BK!" tukas Sumaryoto.

Namun, saat dimintai klarifikasi soal permintaan pertemuan dengan Dirut PT MNA Rudy Setyopurnomo tanggal 8 Oktober 2012 lalu, Sumaryoto langsung membantahnya. "Tidak ada. Saya di Semarang itu," ucapnya singkat.

Ia pun menyatakan dirinya siap dikonfrontasi dengan Dirut Merpati itu. "Siap, saya siap," ujar Sumaryoto yang langsung masuk ke ruang tunggu tamu anggota Dewan. Petugas pun langsung menutup akses wartawan masuk ke ruang itu.

Baca juga:
Dirut Merpati Pastikan 2 Politisi Tak Memeras
Besok, BK DPR Panggil Anggota Dewan Terduga Pemeras BUMN
BK Terima Dua Nama Baru yang Diduga Pemeras BUMN
BK: Dirut PT PAL Terima SMS Pemerasan
Inilah Awal Mula Kisruh Kongkalikong BUMN ...

Berita-berita terkait lainnya dalam topik:
Kongkalikong di Kementerian
Dahlan Iskan Versus DPR

Dan, berita terhangat Nasional dalam topik:
Geliat Politik Jelang 2014

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau