"Landed House" Makin Sulit, Apartemen Jadi Alternatif

Kompas.com - 22/11/2012, 12:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini peluang memiliki rumah berjenis landed house di daerah strategis Jakarta tergolong sulit. Harga rumah di kawasan-kawasan strategis dapat melambung sangat tinggi.

President Director PT Senopati Aryani Prima, Lukman Purnomosidi, mengatakan, mereka yang mencari rumah di daerah tersebut harus siap dengan biaya sekitar Rp 50 miliar. Alternatif yang bisa menggantikan adalah hunian vertikal, yang meskipun mewah harganya jauh lebih terjangkau untuk kalangan menengah atas.

Untuk kebutuhan itu, kata Lukman, pihaknya menawarkan alternatif hunian vertikal Senopati Penthouse, apartemen yang pembangunannya sudah mulai dilaksanakan sejak Oktober lalu. Unit-unit apartemen dalam proyek ini dibanderol seharga mulai Rp 4,5 sampai Rp 5 miliar untuk luas apartemen sekitar 127 meter persegi hingga135 meter persegi.

Proyek apartemen menghabiskan dana investasi hingga Rp 250 miliar tersebut merupakan kerja sama antara PT Senopati Aryani Prima dan PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk, yang sebelumnya dikenal dengan nama PT Duta Graha Indah. Dalam penandatanganan kontrak antara kedua perusahaan itu, Rabu (21/11/2012) kemarin, Lukman mengatakan, pembangunan apartemen mewah tersebut terinspirasi dari apartemen-apartemen di Singapura.

"Lokasinya tepat di jantung CBD dan memiliki peruntukkan eksklusif sebagai hunian, karena tanpa adanya pusat perbelanjaan atau kantor. Hanya untuk hunian," ujarnya.

Menurut Lukman, citra dan kenyamanan eksklusif itulah yang menjadi cita-cita dibangunnya Senopati Penthouse. Apartemen mewah ini ditargetkan menjadi apartemen yang bisa menjaga eksklusifitasnya dengan hanya menyediakan 64 unit apartemen. 

Sejauh ini, 50 % dari ketersediaan unit ini telah terjual. Adapun pembangunan hunian vertikal ini ditargetkan selesai pada Mei 2014 mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau