Rel Ambles, Bojong Gede-Bogor Macet

Kompas.com - 22/11/2012, 12:48 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Amblesnya tanah dan rel kereta antara Stasiun Bojong Gede dan Cilebut mengakibatkan lalu lintas kendaraan dari arah Stasiun Bojong menuju Bogor macet parah. Kendaraan nyaris tidak bergerak sejak Kamis pagi tadi.

Ini akibat semua penumpang kereta dari arah Jakarta menuju Bogor harus turun di Stasiun Bojong Gede. Stasiun ini adalah pemberhentian terakhir semua kereta dari arah Jakarta.

"Tadi malam lebih parah, Mas, karena banyak penumpang kereta yang tidak tahu kalau rel ambles," kata Sukri, tukang ojek yang biasa mangkal di samping pintu keluar Stasiun Bojong Gede, Kamis (22/11/2012).

Penumpang yang menuju Bogor dari Stasiun Bojong bisa menggunakan mikrolet 07 yang berhenti di Pasar Anyar, Bogor.

"Perjalanan jadi jauh. Sekitar 45 menit kalau tidak macet," lanjut Sukri.

Pantauan Kompas.com (22/11/2012) di Stasiun Pondok Cina, Depok Baru, Depok Lama, dan Citayam keadaan terlihat normal. Tidak terlihat penumpukan penumpang.

"Kecuali nanti saat sore hari. Banyak warga dari arah Jakarta dan Depok yang akan menuju Bogor. Kita jual karcis cuma sampai Stasiun Bojong," kata Kepala Stasiun Pondok Cina Dadang Akohar.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau