Lampung

Ayah Ini Perkosa Anak Kandungnya

Kompas.com - 22/11/2012, 14:48 WIB

LAMPUNG TENGAH, KOMPAS.com — TW alias TR, warga Dusun IV, Kampung Purworejo, Kecamatan Kotagajah, Lampung Tengah, yang memiliki tiga orang anak, tega menyetubuhi salah satu anak kandungnya. Perbuatan tercela tersebut terungkap setelah korban melapor ke polisi.

Remaja yang masih duduk di bangku SMA tersebut tak tahan lagi dengan kelakuan ayah kandungnya itu. Kanit Reskrim Polsek Punggur Bripka Dedy Ambari menjelaskan, berdasarkan pengakuan korban, ia tiga kali disetubuhi ayahnya. Peristiwa itu terjadi pada September tahun lalu, yaitu Maret dan Juni tahun 2012.

Anak kedua dari tiga bersaudara itu juga menjelaskan, ayahnya berkilah sedang mencari nomor toto gelap alias togel ketika menyetubuhinya. Hal itu terjadi pada kali pertama pelaku memerkosa putrinya, September 2011 silam. "Korban ini sebenarnya sempat melakukan perlawanan dan menolak, tapi diancam pakai golok. Dan akan dibunuh kalau tidak nurut," cerita Dedy, mewakili Kapolsek Punggur.

Bahkan, sejak kejadian pertama, korban selalu dipantau ketat oleh ayahnya. Diduga, pelaku takut jika putrinya buka mulut tentang apa yang telah diperbuatnya. Kini, setelah tak menahan beban itu, korban pun lari ke polisi. "Pelaku kita tangkap di rumahnya sendiri. Itu Senin kemarin. Dengan dugaan memerkosa anak keduanya," jelas Kanit Punggur, Rabu (21/11/2012) kemarin.

Saat ini, TR telah diamankan di Mapolsek Punggur untuk pengembangan dan penyidikan lebih lanjut. Pelaku diancam dengan Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 tahun penjara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau