Longsor di bogor

Pengiriman Material Uruk Longsor Rel Cilebut Bakal Sulit

Kompas.com - 22/11/2012, 15:48 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Material tanah dan batu yang diperlukan untuk menguruk longsor di jalur kereta api Cilebut-Bojong Gede di Kabupaten Bogor diperkirakan mencapai 35.000 meter kubik.

Namun, mengirim material dalam jumlah besar itu bukan pekerjaan karena infrastruktur jalan menuju lokasi yang sangat sempit.

Menurut Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Sugeng Priyono, Kamis (22/11) sore, material itu bakal dikirim selama bertahap selama 30 hari. Dia mengaku pihaknya hanya akan menggunakan truk berkapasitas 15 meter kubik karena khawatir bisa merusak jalan bisa melebihi kelas jalan.

Dalam kondisi jalan yang hanya berlebar sekitar enam meter, lalu lintas sudah sangat karena lonjakan kendaraan yang digunakan penumpang dari dan menuju Bojong Gede, baik ke arah Cilebut maupun Kota Bogor.

"Memang yang penting akses masuk itu. Material dikerjakan keroyokan antara Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia, dan jika diperlukan melibatkan PT Wijaya Karya untuk memasang talut atau bronjong," katanya. Dia juga mengaku meminta bantuan polisi untuk mengatur arus lalu lintas di jalur Bojong Gede-Cilebut-Bogor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau