BEKASI, KOMPAS.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyebutkan bahwa 14 kecamatan dari 23 kecamatan di wilayah itu rawan terkena bencana banjir atau tanah longsor.
Wilayah utara yang berada di bantaran Sungai Citarum atau sungai-sungai lainnya menjadi rawan banjir ketika air sungai meluap. Sembilan kecamatan rawan banjir adalah Muaragembong, Cabangbungin, Tarumajaya, Pebayuran, Cibitung, Tambun Utara, Tambun Selatan, Kedungwaringin, dan Cikarang Timur.
Wilayah selatan justru rawan longsor dan tanah ambles karena berkontur tidak rata atau berbukit-bukit. Sejumlah kecamatan yang rawan ialah Cibarusah, Cikarang Pusat, Serang Baru, Setu, dan Bojongmangu.
Sementara itu seluruh kecamatan berpotensi terkena puting beliung. Itu karena puting beliung terjadi berbarengan dengan musim hujan. Wilayah yang pernah terkena puting beliung ialah Kecamatan Pebayuran yang juga dihantam banjir.
Kepala BPBD Kabupaten Bekasi Sahat MBJ Nahor menyatakan telah menyiagakan petugas dan berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk bekerja sama saat bencana tiba. Pemerintah juga berencana membangun gudang logistik, peralatan, dan obat-obatan di kecamatan yang rawan bencana. Namun, pembangunan belum terealisasi sebab belum ada dana.
Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi Momon Sulaeman mengatakan, terdapat 16 titik banjir. Banjir tidak lepas dari kondisi kontur tanah rendah dan nyaris datar di seluruh wilayah. Banjir akibat luapan sungai atau drainase buruk tidak akan cepat hilang.
Menurut Momon, saluran air dan sungai di Kota Bekasi banyak yang menjadi tempat sampah sehingga tersumbat. Hujan deras dan drainase buruk mengakibatkan kawasan cepat kebanjiran, tetapi lama keringnya. Saat ini, kata dia, sedang dikaji pembangunan kanal seperti di Jakarta dan jaringan drainase terpadu untuk mengantisipasi dan mengatasi banjir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang