7 Tanda Anda Menderita Migren

Kompas.com - 23/11/2012, 10:16 WIB

Kompas.com - Migren alias sakit kepala sebelah adalah penyakit yang rumit, gejala klinisnya juga lebih dari sekedar sakit kepala. Sebagian gejala bahkan sudah muncul sehari sebelum migren kumat.

Tetapi perlu dipahami bahwa migren juga penyakit yang individual, setiap orang terkadang mengalami gejala yang berbeda-beda. Untuk memahami migren yang kerap menyerang, perhatikan lingkungan dan lihat apa yang memicu datangnya sakit kepala ini.

Berikut adalah beberapa gejala migren.

1. Menguap
Sehari atau dua hari sebelum migren menyerang, Anda mungkin akan menguap lebih sering dari biasanya. Gejala awal lainnya (prodomes) antara lain retensi cairan, ingin ngemil, lelah, kehausan, dan perubahan emosional. Meski gejala itu mengganggu, tapi kita bisa menyiapkan diri untuk mengatasi migren.

2. Aura
Efek penglihatan, termasuk melihat binti-bintik atau noda (aura), penglihatan berkurang, sering terjadi 30 menit atau satu jam sebelum serangan migren kemudian hilang begitu saja saat migren menyerang. Pada kaum wanita sebelum menopause yang mengalami aura sebelum migren harus berhati-hati karena mereka lebih rentan stroke.

3. Mual
Jika Anda menderita nyeri kepala tetapi tidak merasa mual, berarti Anda tak mengalami migren. Rasa mual yang timbul ini bisa mengurangi nafsu makan, bahkan memicu muntah.

4. Nyeri pada satu sisi kepala
Nyeri kepala tipe tegang atau tipe lain akan menyebabkan rasa nyeri di seluruh kepala atau pada kedua bagian. Dengan timbulnya rasa mual dan nyeri pada satu bagian kepala adalah tanda bahwa Anda menderita migren. Nyerinya juga lebih intens dan membuat Anda sulit beraktivitas.

5. Sensitif pada suara dan cahaya
Penderita migren kerap mengeluhkan nyeri kepala yang dirasakan dibarengi dengan munculnya rasa lebih sensitif pada suara atau cahaya. Pada sebagian kecil orang bahkan kulitnya jadi lebih sensitif. Para ahli menjelaskan, overaktivitas di bagian otak yang mengatur stimulus lingkungan yang dianggap menyakitkan yang menyebabkan timbulnya rasa sensitif itu.

6. Kebas
Rasa kesemutan di tangan atau kaki, kebas atau mati rasa di bagian lengan atau sebagian wajah, biasanya dialami penderita migren. Hal itu timbul saat terjadinya aura.

7. Penglihatan kabur
Sensasi penglihatan yang bersinar bisa terjadi saat nyeri migren kumat atau saat kita melihat aura. Sebagian orang juga mengalami gangguan penglihatan atau perubahan saraf lainnya. Perubahan penglihatan ini berkaitan dengan perubahan aliran darah ke otak.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau