Tangeir, Keindahan Alam di Ujung Barat Afrika

Kompas.com - 23/11/2012, 11:44 WIB

KOMPAS.com - Kota Tangeir adalah sebuah kota yang terletak di ujung barat Afrika dan menyimpan sejarah sejak 5 abad sebelum masehi. Berbicara tentang keindahan kota ini memang tiada habisnya. Entah sudah berapa kali saya menjelajahi kota ini, namun selalu memberikan kesan yang sangat menyenangkan dan menakjubkan.

Untuk kesekian kalinya, saat itu saya menemani tim Sanggar Indra Kusuma di sela-sela padatnya jam terbang mereka di Maroko dan terahir dengan Amelia, salah satu mahasiswi Universitas Indonesia Jakarta yang rupanya mereka sangat penasaran sekali dengan keindahan kota Tangeir sebelum tiba di Maroko.

Tempat yang pertama kali kami kunjungi adalah gua Hercules. Gua ini memilki sejarah tentang peristirahatan tokoh mistis Hercules selama 22 tahun setelah menyelesaikan 12 peperangan yang dipimpinnya. Di sisi lain, gua ini juga memiliki keindahan alam yang sangat menakjubkan. Jika Anda memperhatikan mulut gua ini Anda akan merasa kaget, karena mulut gua Hercules ini meyerupai bentuk peta benua Afrika.

Mulut gua bagian dalam yang membuka ke arah Samudera Atlantik saat pasang menambah keindahan gua ini. Di tambah dengan warna air lautnya yang biru dan bersih membuat Anda ingin tinggal lebih lama lagi.

Deburan ombaknya yang besar membuyarkan kejenuhan dan ketegangan Anda setelah lama beraktivitas. Sesekali ombaknya yang menyembur ke atas melalui lubang-lubang besar dari tanah dan lereng bukit sehingga airnya menggenang di sebagian gua menjadikan pemandangan yang sangat mengesankan.

Di sinilah para traveler tak henti-hentinya mengabadikan perjalanannya dengan mengambil gambar dari berbagai sisi. Di dalam gua ini juga menyimpan arkeologi besar dan berbagai macam pernak-pernik yang dijajakan oleh para pedagang tetap. Mulai dari bongkahan batu kristal, aneka macam ukiran bangunan berbentuk menara masjid yang terbuat dari batu, gantungan kunci bergambar mulut gua Hercules.

Selanjutnya perhiasan-perhiasan menarik khusus buat perempuan dan juga terdapat tempat penyewaan baju tradisional khas Maroko yang dilengkapi dengan senjata, tas dan topi besar berwarna kuning yang dihiasi dengan warna-warni bola di sekelilingnya. Dengan mengeluarkan uang 5 dirham Anda bisa sepuasnya memakai baju tradisional ini.

Dari atas gua ini juga menawarkan keindahan yang luar biasa, deretan gubuk-gubuk kecil dengan dua kursi dan satu meja bundar yang berada di tepi pantai menghipnotis anda untuk duduk santai sambil menikmati udaranya yang segar dan sejuk dengan ditemani secangkir attai (teh khas Maroko). Tampaknya tempat ini sangat cocok sekali bagi para pemuda karena suasananya yang sangat romantis.

Bagi Anda yang ingin bermalam di kota ini tidak perlu khawatir untuk mendapatkan tempat penginapan. Karena, dengan mudah Anda akan menemukan hotel-hotel berkelas bintang 5 berjejer di sepanjang teluk Kota Tangeir yang berhadapan langsung dengan pantai Municipale.

Di malam hari pantai ini berubah menjadi kerlipan warna-warni lampu disko yang muncul dari tempat diskotek yang berjejer di sepanjang tepi pantai.  Di siang hari, bangunan-bangunan gedung yang menjulang tinggi ikut menghiasi pantai ini tatkala Anda berjemur sambil melihat kapal yang berlayar menuju Spanyol. Di sini Anda juga bisa mengelilingi tepi pantai dengan menggunakan onta hanya 20 dirham.

Tidak jauh dari pantai ini, terdapat gedung teater yang didedikasikan untuk seorang novelis Spanyol, Miguel Cervantes, yang terkenal dengan Gran Teatro Cervantes. Didirikan pada tahun 1913 yang berlokasi di Jalan Salah Eddine Ayoubi.

Perjalanan Anda belum sempurna jika belum menjelajahi madinah qodimah, pusat perbelanjaan kota Tangeir. Di sini Anda bisa belanja sepuasnya. Di samping kotanya yang bersih dan pemandangannya yang indah, Anda ditawarkan untuk berkunjung ke makam Ibnu Batutah, seorang sarjana Islam keturunan Suku Berber yang dikenal sebagai pengembara ulung yang telah mengelilingi hampir seluruh dunia.

Selama 30 tahun perjalanannya, IIbnu Batutah telah mengunjungi Afrika Utara dan Barat, Eropa Selatan dan Timur, Timur Tengah, China hingga Indonesia di Asia Tenggara. Di sini juga terdapat bangunan-bangunan kuno dan bangunan khas Eropa dengan deretan kafe di sepanjang jalan raya.

Tempatnya yang berdekatan dengan laut perbatasan Spanyol, Anda dengan jelas bisa melihat kota Spanyol dengan menggunakan teropong yang disewakan dengan harga 5 dirham. Untuk melihat lebih jelas lagi ada satu teropong lagi dengan harga 10 dirham.

Tidak jauh dari tempat ini Anda juga bisa melihat langsung bertemunya laut Mediterania dan lautan Atlantik, tepatnya di Cap Spartel.

Meski Maroko terkenal dengan sahara dan tanahnya yang gersang dan panas namun, sepanjang jalan menuju tempat ini banyak sekali dijumpai pepohonan yang rindang dan asrih, seakan Anda berada di negeri sendiri.

Perlu diketahui bahwa saat ini Kota Tangeir sedang menjadi kota yang mengalami perkembangan yang pesat dan modernisasi. Dulunya kota ini dibangun oleh koloni Kartago pada abad ke-5 sebelum masehi dan mendapatkan kemajuannya setelah masuknya pasukan Islam ke kota tersebut.

Dari Tangeir lah asal mula penyebaran Islam sampai ke Eropa pada abad pertama Hijriyah dengan Tarik Bin Ziyad sebagai panglima perangnya saat itu. (Kusnadi El- Ghezwa, Koordinator Media Informasi PPI Maroko dan Koordinator Lajnah Ta’lif wa Nasyr PCINU Maroko).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau