Normalisasi Ciliwung, Jokowi Utamakan Komunikasi dengan Warga

Kompas.com - 23/11/2012, 16:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, langkah persuasi dan komunikasi dengan warga akan menjadi kunci penyelesaian masalah dalam penataan Kali Ciliwung. Jokowi akan berusaha menampung semua aspirasi warga untuk menata kampung-kampung di bantaran kali tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Jokowi seusai bertemu dengan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Jumat (23/11/2012). Mereka membahas mengenai percepatan normalisasi Kali Ciliwung dan pembangunan rumah susun di dua lokasi tahun depan, antara lain di Pasar Rumput dan lahan dinas teknis di Jakarta Timur.

"Kita memang sudah ketemu beberapa kali, sekarang ini mau tegaskan dengan Pak Menko khusus untuk penataan Ciliwung. Kita akan menyediakan lahan di Pasar Rumput dan lahan di dinas teknis Jakarta Timur," kata Jokowi di Kantor Kemenkokesra, Jakarta, Jumat (23/11/2012).

Dua lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan rumah susun. Setelah Kali Ciliwung dinormalisasi sepanjang 35 km, warga di bantaran kali akan dipindahkan ke rumah susun. Oleh karena itu, Jokowi akan turun langsung menemui warga untuk terus berkomunikasi agar mereka mau dipindahkan ke rusun setelah rusun tersebut selesai dibangun pada akhir 2013.

"Kalau mereka masih keberatan dengan biaya sewa rumah susun, ya nanti diberikan subsidi. Pokoknya yang penting untuk mengatasi banjir dan pemukiman kumuh, semuanya kita laksanakan," kata Jokowi.

Pada tahap pertama, Jokowi menargetkan sekitar 6.000 kepala keluarga dapat menempati rusun di Pasar Rumput dan rusun di dinas teknis Jakarta Timur. Biaya pembangunan akan diambilkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI hanya menganggarkan segala keperluan yang bersifat nonteknis. Namun, sekali lagi, Jokowi menekankan pentingnya komunikasi dengan warga mengenai solusi ini.

"Ya kan komunikasi itu bagian kita (Pemprov DKI) ngomong agar mereka mau ditata. Tapi ini berbeda lho ya sama penataan kampung. Jadi semuanya bergerak. Yang penataan Ciliwung bergerak, yang penataan kampung bergerak semuanya," kata Jokowi.

Untuk mulai menyosialisasikan kepada warga sekitar, Jokowi mengatakan, apabila proyek ini sudah final, ia akan langsung segera turun ke lapangan untuk berkomunikasi dengan warga, khususnya di Pasar Rumput. Ia menyatakan, mengenai pembangunan rusun di lahan dinas teknis sudah tidak menemui masalah. Jokowi optimistis rencana normalisasi Kali Ciliwung itu akan berjalan lancar dan tanpa hambatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau