FPI Demo Kedubes AS, 3.000 Personel Disiagakan

Kompas.com - 23/11/2012, 17:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan pengunjuk rasa yang berasal dari gabungan Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI), dan Forum Umat Islam (FUI), menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

"Ada 3.000 personel gabungan yang berasal dari Brimob Polda, Polres Jakpus, Polsek Gambir," kata Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat A Romano Yoyol, Jumat (23/11/2012).

Menurutnya, pengamanan serupa juga pernah dilakukannya saat unjuk rasa oleh ormas muslim yang menentang penayangan film 'The Innocence of Moslem', pertengahan September lalu.

Untuk sementara, pengalihan arus lalu lintas belum dilakukan. Namun jika pengunjuk rasa terus bertambah, pengalihan arus kendaraan akan dilakukan.

"Mungkin kita alihkan dari arah Tugu Tani lurus ke Stasiun Gambir, dan dari MH Thamrin dibelokkan ke arah Harmoni," jelas Yoyol.

Berhadapan dengan polisi, para pengunjuk melakukan orasi sambil mengecam serangan Israel ke Palestina yang terjadi selama sepekan terakhir.

"Suatu saat nanti kita pasti sanggup menerobos Kedutaan Besar AS. Kita tahu pemimpin-pemimpin kita berasal dari antek Israel dan AS maka kita tidak akan pernah meninggalkan kewajiban kita untuk membela saudara kita," kata salah seorang orator.

Pantauan Kompas.com, petugas kepolisian dan Brimob dilengkapi persenjataan lengkap. Mereka disiagakan tepat di depan gedung Kedubes AS. Selain itu, juga telah bersiaga sebanyak dua kendaraan barracuda dan enam kendaraan water canon.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau