Perkembangan Metode Diet dari Tahun ke Tahun

Kompas.com - 24/11/2012, 18:49 WIB

KOMPAS.com - Diet adalah cara yang paling populer untuk menurunkan berat badan, yang sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Tiap tahunnya, selalu adametode diet baru yang ditemukan, dari yang normal sampai yang ekstrim. Anehnya, sekalipun hasilnya belum terjamin, berbagai cara diet yang aneh itu banyak dilakoni perempuan. Berikut beberapa cara diet yang pernah populer dari tahun ke tahun.

1. 3100 SM
Pada jaman ini, masyarakat Mesir Kuno menggunakan cuka apel untuk berdiet. Cuka apel biasanya digunakan sebagai minuman. Menurut mereka, cuka apel bisa menurunkan nafsu makan dan membantu membakar lemak. Padahal beberapa penelitian yang sempat dilakukan tentang hal ini mengungkapkan bahwa cuka apel tidak terbukti mampu menurunkan berat badan.

2. 1600-an
Di masa ini, perempuan percaya bahwa rumput laut bisa membantu merampingkan tubuh. Anehnya, bukan dengan cara dimakan, namun digunakan sebagai sabun mandi yang diklaim sebagai sabun penurun berat badan. Negara-negara di Asia Timur percaya bahwa sabun rumput laut bisa mengikis dan mengecilkan lapisan lemak saat mandi.

3. Awal 1900-an

Keinginan untuk punya tubuh langsing dan sempurna bak gitar Spanyol nampaknya mulai jadi impian perempuan di masa ini. Saking terobsesinya dengan tubuh langsing, mereka rela berdiet dengan cara yang sangat ekstrim. Mereka menelan pil diet yang mengandung telur cacing pita. Katanya sih, parasit cacing akan menetas dalam tubuh dan menghabiskan makan dalam perut. Alih-alih menguruskan tubuh, cacing ini justru akan membuat Anda sakit.

4. 1920
Manfaat buah sudah mulai dikenal di masa ini, terlihat dari penggunaan buah jeruk sebagai bahan untuk pendamping makanan utama. Intinya, mengurangi porsi makan utama dan mengonsumsi jeruk sebagai pelengkapnya.

5. 1941
Sepertinya tahun ini adalah cikal-bakal munculnya metode detoksifikasi. Diet dengan cara pembersihan racun dalam tubuh ini dilakukan selama 10 hari. Selama 10 hari, orang yang berdiet hanya makan makanan cair seperti campuran jus lemon, sirup maple, dan cabai.

6. 1972
Tahun ini, Diet Atkins menjadi diet yang populer. Metode diet ini mengharuskan orang untuk mengasup makanan rendah karbohidrat dan memperbanyak protein. Namun, konsumsi daging, burger, mentega, dan steak sebagai sumber protein malah justru meningkatkan lemak tubuh. Dan, kelebihan lemak kerap dikaitkan dengan risiko serangan jantung. Jadi, di mana letak manfaatnya?

7. 1979
Dr Herman Tarnower menciptakan sebuah metode diet baru yang disebut "New York Sub urb". Diet ini ternyata lebih ketat dibanding Diet Atkins, karena pelakunya hanya diperbolehkan menyantap wortel dan seledri.

8. 1980-an
Diet yang populer di tahun ini adalah meningkatkan konsumsi sup kubis (Cabbage Soup Diet). Makanan yang boleh disantap hanyalah sup kubis yang bisa dicampur dengan buah, sayuran, atau daging. Namun, terlalu banyak makan kubis yang mengandung gas tentu akan membuat perut jadi kembung.

9. 1995
Diet yang banyak dilakukan di tahun ini adalah The Zone Diet. Diet ini menyarankan untuk menyantap karbohidrat, protein, dan lemak dengan perbandingan 40:30:30. Perbandingan ini membuat tubuh Anda berbentuk seperti seorang atlet.

10. 1996
Metode diet di tahun ini termasuk diet yang sampai sekarang masih sangat populer, yaitu diet golongan darah. Diet ini mengharuskan orang untuk mengonsumsi makanan sesuai dengan golongan darahnya. Pencipta diet ini mengungkapkan beberapa pantangan dan makanan yang harus disantap berdasarkan golongan darah agar metabolisme dan tubuh jadi langsing.

11. 2003
The South Beach Diet mulai populer di tahun ini setelah mantan presiden Bill Clinton mengumumkannya. Diet ini merupakan diet dengan modifikasi karbohidrat.

12. 2010
Baby Food Diet mulai dikenal ketika Lady Gaga dan Reese Witherspoon mengaku bahwa mereka melakukan jenis diet ini untuk mendapatkan tubuh yang seksi. Mereka menyantap makanan yang lunak seperti wortel lembek untuk makanan sehari-harinya.

13. 2011
The Dukan Diet, yang dikenal mulai tahun 2010, diciptakan oleh Dr Pierre Dukan dari Perancis yang selama 35 tahun meneliti dan menyempurnakan berbagai elemen dari pola diet. Namun, Diet Dukan makin populer setelah Kate Middleton menjalankan metode ini untuk menjelang pernikahannya. Tubuh Kate yang langsing saat pesta pernikahan membuat banyak orang ingin mencoba metode diet yang mengutamakan asupan protein tanpa ada potongan kalori ini.

14. 2012
Salah satu diet yang booming tahun ini adalah Paleo Diet. Diet ini sering dianggap sebagai diet ala jaman batu. Karena menu makanan yang boleh disantap mirip seperti manusia gua, yaitu ikan, sayuran, dan daging tanpa lemak. Aneka makanan olahan industri seperti keju atau roti sangat dilarang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau