PKS Surabaya Galang Infak buat Palestina

Kompas.com - 25/11/2012, 15:35 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Ribuan massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Surabaya menggelar unjuk rasa solidaritas untuk rakyat Palestina, Minggu (25/11/2012). Unjuk rasa diwarnai aksi menghimpun infak untuk diserahkan langsung kepada korban kekerasan perang di Palestina.

Kotak infak mereka sodorkan ke pengguna jalan yang melintas di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jalan Gubernur Suryo. Sebagian penggalang infak juga memasuki bus yang melintas untuk meminta infak kepada penumpang.

Ketua DPD PKS Kota Surabaya, Ibnu Shobir mengatakan, hasil infak yang dikumpulkan akan diberikan langsung ke rakyat Palestina melalui kader PKS yang ditutus langsung terbang ke Palestina, yakni ustadz Sholeh Drehem.

''Kita utus langsung beliau ke Palestina untuk serahkan hasil infak tanpa perantara,'' katanya.

Dalam aksi itu, massa PKS Surabaya juga mendesak Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif dalam membantu Palestina menjadi negara yang berdaulat.

''Aksi ini menunjukkan hubungan batin yang sangat erat antara warga Surabaya pada peritiwa 10 November 1945 dengan warga Palestina yang dijajah Israel,'' ujarnya.

Aksi tidak hanya dilakukan oleh kader PKS dewasa, mereka juga membawa anak-anak mereka, bahkan yang masih balita. Turut hadir dalam aksi itu sejumlah anggota DPR dan DPRD daerah dari Fraksi PKS seperti Rofi' Munawar, Akhmad Suyanto, dan Ketua DPW PKS Jatim Hammy Wahjunianto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau